Di Balik Gelar Dunia Spanyol Ada Filosofi yang Tak Biasa
Luis de la Fuente sukses membawa Spanyol juara Piala Dunia 2026. Filosofi kebersamaan dan kekuatan tim menjadi kunci keberhasilan La Roja.
Syabda Perkasa Belawa/ PB Djarum
Harianjogja.com, JOGJA—Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Syabda Perkasa Belawa, meninggal dunia akibat kecelakaan di Tol Pemalang pada hari ini, Senin (20/3/2023).
Syabda selama ini dikenal memiliki sejumlah prestasi yang cukup mentereng di level junior hingga senior.
BACA JUGA: Syabda Perkasa Belawa Juarai Malaysia Internasional Series 2022
Atlet kelahiran Jakarta, 25 Agustus 2001, itu tercatat pernah mengikuti berbagai turnamen bergengsi, dari level junior hingga senior. Syabda mampu mencatatkan prestasi pada beberapa turnamen yang dia ikuti.
Syabda pernah menjadi juara Jakarta Junior International Series 2019, dan meraih medali perak di PON Papua 2021. Pada level junior, dia pernah meraih medali perak pada Asia Junior Championships 2019.
Syabda juga pernah meraih medali emas pada ajang World Junior Championships 2019. Syabda juga pernah mencapai babak ketiga Indonesia Masters Super 100 2018. Bahkan, Syabda menjadi pahlawan Indonesia di Grup A Thomas Cup 2022. Syabda menjadi penentu Indonesia meraih status juara grup usai menekuk wakil Korea Selatan Lee Yun Gu dengan skor 21-14, 11-21, 21-16.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Luis de la Fuente sukses membawa Spanyol juara Piala Dunia 2026. Filosofi kebersamaan dan kekuatan tim menjadi kunci keberhasilan La Roja.
Diet Viking ala Erling Haaland mengandalkan makanan utuh dan tinggi protein. Simak menu harian serta risiko kesehatannya.
Grab Indonesia juga membuktikan komitmen inklusivitasnya dengan merangkul ribuan mitra pengemudi disabilitas
DPR mengesahkan UU PFII. Simak poin penting mengenai otoritas khusus, insentif pajak, pengawasan, hingga target investasi Rp500 triliun.
KPK memeriksa delapan orang terkait OTT Bupati Lombok Barat, termasuk kepala daerah, Dirut Perseroda, pejabat PUPR, dan pihak swasta.
Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul Van Gastel menilai PSIM dan suporternya menjadi pihak paling dirugikan karena Mandala Krida belum bisa dipakai.