Martinez Mundur, Portugal Bersiap Memulai Era Baru
Portugal memasuki era baru setelah Roberto Martinez mundur pasca-Piala Dunia 2026. Jorge Jesus disebut menjadi kandidat terkuat penggantinya.
Timnas U-22 Indonesia berlatih jelang SEA Games 2023./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Biaya penyelenggaraan SEA Games 2023 dan ASEAN Para Games 2023 diklaim mencapai Rp1,7 triliun.
"Anggaran ini termasuk biaya lain seperti menyewa seluruh gedung Chroy Changvar OCIC untuk olahraga dalam ruang, kemudian biaya untuk Komite Olimpiade Kamboja sekaligus untuk Para Games," kata Wakil Perdana Menteri Kamboja Samdech Pich Sena Tea Banh dikutip dari situs resmi SEA Games Kamboja, Senin (1/5/2023).
BACA JUGA: Timnas Indonesia Hajar Filipina 3-0
"Ini juga termasuk keperluan lain untuk menjamu tamu dari negara lain seperti tiket pesawat, makanan, dan akomodasi. Kami sudah menghabiskan banyak uang sampai saat ini," imbuhnya.
"Kami sudah mempertimbangkan bahwa Kamboja pernah jadi negara miskin, jadi menghabiskan anggaran negara adalah aspek ekonomi dan kami harus bersatu di seluruh aspek untuk bertanggungjawab," ucap Samdech.
Bagi Kamboja, gelaran SEA Games 2023 adalah gelaran pertama yang digelar di Kamboja. Ajang olahraga tingkat ASEAN itu akan dimulai 5 Mei dan selesai pada 17 Mei 2023.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Portugal memasuki era baru setelah Roberto Martinez mundur pasca-Piala Dunia 2026. Jorge Jesus disebut menjadi kandidat terkuat penggantinya.
Laba Taspen 2025 turun menjadi Rp1,04 triliun. Hasil investasi Rp9,87 triliun menjadi penopang di tengah penurunan pendapatan iuran.
Perkuat Sinergi untuk Pendidikan Unggul dan Bisnis Berkelanjutan Melalui Kepedulian Sosial dan Kebersamaan
Prabowo Subianto dan PM India Narendra Modi disambut ratusan pelajar dan warga di Sleman saat menuju Candi Prambanan, Rabu.
BRIN menargetkan Satelit NEO-1 meluncur Januari 2027. Satelit observasi bumi ini memiliki TKDN 65% dan mendukung pemetaan hingga mitigasi bencana.
BKKBN menyebut mayoritas generasi muda Indonesia tetap ingin menikah dan memiliki anak, meski terkendala faktor ekonomi dan perumahan.