McLaren Tegaskan Tak Takut Kehilangan Piastri dan Norris
McLaren tanggapi rumor Piastri dan Norris di F1 2026, Zak Brown sebut semua tim ingin keduanya di tengah isu Red Bull.
Pelatih Kalteng Putra Kas Hartadi (biru memakai topi) mendatangi wasit dan melakukan protes usai pertandingan melawan PSIM Jogja di Stadion Sultan Agung Bantul, Kamis (19/7/2018) sore. / Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, JOGJA—Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) akan mendatangkan wasit asing untuk memimpin liga. Ide mendatangkan wasit asing ini muncul dari Presiden FAM, Datuk Hamidin Mohd Amin.
BACA JUGA: Liga 1 Tetap Pakai Wasit Domestik
Ia menjelaskan bahwa FAM dan MFL sedang mempertimbangkan untuk mendatangkan wasit asing untuk Liga Malaysia. Selain itu, ia juga mengungkapkan mengenai penggunaan Video Assistant Referee (VAR). Teknologi tersebut masih dalam proses implementasi dan diharapkan bisa digunakan di akhir musim 2023.
"Mereka harus menilai dari anggaran yang ada terkait pemanggilan wasit asing untuk memimpin laga tertentu. Rencana ini menunjukkan bahwa kami akan mencoba melakukan diversifikasi untuk membuktikan bahwa FAM dan MFL meningkatkan (kualitas) dari waktu ke waktu,” kata Datuk Hamidin Mohd Amin dikutip dari Makan Bola, Rabu (3/5/2023).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
McLaren tanggapi rumor Piastri dan Norris di F1 2026, Zak Brown sebut semua tim ingin keduanya di tengah isu Red Bull.
Normalisasi sungai di Jogja terhambat pemangkasan anggaran. BBWSO dan Pemkot andalkan kolaborasi untuk tangani Kali Code.
Skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026 resmi dirilis. Phil Foden dan Cole Palmer tak masuk, ini daftar lengkap 26 pemain pilihan Tuchel.
Pemadaman listrik massal di Sumatera picu keluhan warga. PLN akui gangguan sistem, namun pelanggan soroti minimnya respons.
DPRD DIY ungkap persoalan serius perfilman Jogja, dari perizinan hingga perlindungan pekerja. Raperda disiapkan untuk menata industri.
Kemenko PMK dan TWC perkuat 10 sekolah di Sesar Opak lewat program SPAB. Momentum 20 tahun Gempa Jogja dorong budaya sadar bencana.