PAD Wisata Bantul Turun, Baru Rp8,4 Miliar hingga Mei 2026
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
Stadion Maguwoharjo, kandang PSS Sleman./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Sejumlah penonton pertandingan PSS Sleman versus Persis Solo di Liga 1 2023/2024 pada Jumat (7/7/2023) lalu merasa kurang nyaman dengan perlakuan Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) PSS yang merogoh sampai ke bagian intim mereka sebelum masuk ke stadion.
Insiden ini banyak dikeluhkan di sosial media oleh penonton laki-laki. Mereka menganggapnya sebagai pencegahan seksual. Mereka menganggap Panpel bertindak berlebihan dengan tindakan memeriksa sampai ke bagian intim. Di sisi lain, tindakan ini dilakukan Panpel untuk mencegah masuknya barang-barang yang dilarang dibawa ke dalam stadion, termasuk flare.
Panpel PSS Sleman pun buka suara terkait beberapa laporan mengenai pengecekan badan yang berlebihan oleh pihak pengamanan. Ketua Panpel PSS, Yuyud Pujiarto mengakui hal tersebut untuk menghindari sanksi oleh PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) dan Komite Displin (Komdis PSSI) akibat masuknya barang-barang terlarang tersebut ke dalam stadion.
"Kami sebelumnya tentu meminta maaf mengenai kejadian tidak mengenakkan yang terjadi kepada PSS Fans ketika pengecekan badan. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari masuknya barang-barang terlarang yang membuat denda kepada PSS Sleman," ujar Yuyud Minggu (16/7/2023).
"Pengecekan tersebut juga sudah sesuai dengan standar operasional prosedur [SOP] dari kepolisian. Dan harus diakui pengamanan sudah bekerja secara maksimal untuk menjaga keamanan di dalam Stadion Maguwoharjo."
Yuyud juga mengungkapkan hal itu dilakukan berdasarkan pengalaman yang terjadi di beberapa pertandingan PSS sebelumnya maupun di stadion lain.
"Tindakan tersebut kami ambil berdasarkan pengalaman di pertandingan sebelumnya karena banyak barang-barang terlarang masuk ke dalam stadion seperti flare, rokok, korek, dan yang lain. Barang tersebut lolos masuk karena banyak disembunyikan di bagian vital penonton," jelasnya.
"Semua itu dilakukan tentu memiliki tujuan. Salah satunya adalah jika benda tersebut lolos, maka itu akan berpengaruh kepada perizinan PSS di laga berikutnya."
Apresiasi juga diberikan oleh Yuyud kepada para penonton yang sudah mengikuti untuk tidak membawa barang-barang terlarang ke stadion. Ia berharap hal tersebut bisa terus dilakukan untuk pertandingan PSS berikutnya.
"Panpel PSS tentu ingin menjaga semuanya agar bisa nyaman dan aman menonton di Stadion. Ke depannya hal tersebut tentu akan kami evaluasi agar teman-teman PSS Fans tidak perlu merasakan hal tersebut lagi ketika pengecekan badan," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
Prakiraan cuaca Jogja saat libur Iduladha 2026, mayoritas berawan, Sleman dan Kota Jogja berpotensi hujan ringan.
Data TKA 2026 Kemendikdasmen menunjukkan nilai Matematika SD dan SMP masih jauh di bawah capaian Bahasa Indonesia.
Istana menjelaskan sapi kurban Presiden Prabowo berasal dari anggaran Banpres dan disalurkan kepada masyarakat saat Iduladha 1447 H.
Pendakian Gunung Gede Pangrango ditutup 27-28 Mei 2026. TNGGP siagakan petugas untuk cegah pendaki ilegal.
Warga Kulon Progo gunakan anyaman daun kelapa sebagai wadah daging kurban untuk kurangi sampah plastik saat Iduladha 1448 H.