Bantul Targetkan 10 Koperasi Merah Putih Beroperasi Agustus 2026
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir saat menghadiri kick off Grassroot Football Festival yang diselenggarakan oleh Asprov PSSI DIY, Minggu (3/9/2023) di Lapangan Kenari.
Harianjogja.com, JOGJA—Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengapresiasi agenda Grassroot Football Festival yang diselenggarakan Asprov PSSI DIY sebagai ajang pembinaan atlet sepakbola usia muda.
Kompetisi yang diikuti anak usia 9, 10, 11, dan 12 tahun itu kick off perdana pada Minggu (3/9/2023) di Lapangan Kenari.
Ada sebanyak 132 tim dan kurang lebih 2.200 anak yang berpartisipasi dalam ajang itu. Mereka nantinya akan memperebutkan piala bergilir GKR Mangkubumi dengan format pertandingan setengah kompetisi. Penyelenggaraan ini sekaligus sebagai tindak lanjut misi Indonesia menembus Piala Dunia 2038 mendatang.
BACA JUGA: Bidik WNA Tajir, Dirjen Imigrasi Bakal Rilis Golden Visa
"Pembinaan sepakbola usia muda memang harus serius kalau kita punya mimpi untuk masuk di ajang Piala Dunia 2038," kata Erick saat menghadiri kick off Grassroot Football Festival.
Menurutnya, kehadiran kompetisi berjenjang di setiap kelompok umur merupakan salah satu upaya PSSI untuk terus membina dan mengasah keterampilan dan kesiapan para atlet. Dengan begitu 15 tahun yang akan datang, bukan tidak mungkin tim Garuda Indonesia menjadi peserta di kompetisi elit sepakbola dunia tersebut.
"Kita bina sejak mereka di usia 9 tahun. Begitu terus sampai di timnas senior. Misalnya yang sekarang kita tampil di Piala Dunia U17, kan mereka juga nanti yang mengisi skuad di U20 dan tim senior," kata Erick.
Erick yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN itu menegaskan, 11 pemain timnas yang siap tampil di ajang Piala Dunia 2038 mendatang tentu tidak bisa hadir dalam sekejap. Pemain yang kompetitif dan kredibel dianggapnya tidak bisa hadir secara instan, sehingga Grassroot Football Festival merupakan persiapan dini yang wajib dilakukan.
"Tidak mungkin kita membangun sepakbola dan timnas secara instan, lihat bagaimana bangsa lain membangun sepakbolanya semua dimulai dari usia dini," katanya.
Dia juga mendorong agar Asprov setiap provinsi di Indonesia punya komitmen yang sama untuk menyelenggarakan kompetisi usia dini secara berkelanjutan. "Ini yang harus kita perbaiki di mana-mana, untuk Asprov yang serius pasti ada berkahnya. Kita harus kolaborasi dan saling peduli," jelas dia.
Erick juga menambahkan, ajang Piala Dunia U17 yang akan digelar di Indonesia pada 10 November hingga 2 Desember mendatang menjadi salah satu contoh bahwa tim Garuda siap tampil di ajang bergengsi. Hanya saja hal itu akan lebih sempurna jika timnas senior juga ikut berlaga sebagai peserta di ajang serupa di tahun-tahun mendatang.
"Kembali ke sekarang, kita kan tuan rumah U17, yang kita harapkan ke depan itu timnas bisa lolos bukan sebagai tuan rumah saja, itu kan derajat yang lebih tinggi," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.
BPS DIY catat pengangguran turun jadi 3,05% pada Februari 2026, jumlah pekerja dan angkatan kerja meningkat.
Austria rilis skuad Piala Dunia 2026. Arnautovic dan Alaba kembali, ada pemain naturalisasi baru.
KAI Daop 6 tutup dua perlintasan liar di Jogja demi keselamatan. Total 41 jalur ilegal ditutup sejak 2023.
LPS kembangkan sistem data perbankan real time berbasis AI untuk tingkatkan akurasi dan percepat resolusi bank.
Modus penipuan pajak catut BPKAD Jogja marak. Warga diminta waspada dan cek rekening resmi sebelum bayar pajak.