Pria di Pajangan Bantul Tewas Penuh Luka, 3 Orang Ditangkap
Polisi mengungkap kematian Triyanto di Pajangan, Bantul, diduga akibat penganiayaan. Tiga orang diamankan dan masih diperiksa.
Logo PSIM Jogja - ist Twitter PSIM Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Lanjutan Liga 2 2023 pekan kelima antara Nusantara United FC kontra PSIM Jogja akan digelar di Stadion Kebogiro, Boyolali pada Sabtu (14/10/2023) sore. Untuk mengantisipasi insiden yang tidak diinginkan, supoter tim tamu atau PSIM Jogja dilarang untuk berangkat menyaksikan pertandingan secara langsung.
Imbauan dan koordinasi telah dilaksanakan oleh panitia pelaksana pertandingan, Polres Boyolali dan dua wadah suporter PSIM Jogja untuk mencegah kedatangan suporter tamu. Hal ini menyusul ramainya pembicaraan di sosial media terkait dengan rencana keberangkatan sejumlah suporter untuk menyaksikan tim kesayangan mereka.
Petugas kepolisian dari Polres Boyolali pun mengaku akan melakukan sejumlah strategi untuk mencegah kehadiran suporter PSIM di Stadion Kebogiro. Dalam hasil koordinasi terakhir, petugas kepolisian disebut akan melakukan penyekatan di sejumlah titik di Cepogo untuk melarang suporter PSIM masuk ke arena pertandingan.
"Polres Boyolali akan melakukan penyekatan secara ketat di Cepogo, untuk mengantisipasi dan meminimalisir kehadiran suporter PSIM," tulis keterangan resmi PSIM Jogja dikutip Jumat (13/10/2023).
Polres Boyolali tetap berpegang mengenai aturan tidak hadirnya supporter tim tamu seperti sudah tertuang pada Regulasi Liga 2 (Pasal 4 ayat 7); bahwa seluruh pertandingan sepak bola nasional termasuk kompetisi Liga 2, TIDAK BOLEH DIHADIRI OLEH SUPORTER KLUB TAMU. Dalam hal ini, klub terkait bertanggung jawab penuh akan kehadiran supporternya.
BACA JUGA: Liga 2, Dua Pemain PSIM Pulih dari Cedera, Siap Turun Main
Berdasarkan aturan dalam Pegadaian Liga 2 2023/2024, pendukung tim tamu dilarang hadir dalam pertandingan. Hal ini berlaku bagi setiap tim yang berlaga di Liga 2, termasuk PSIM Jogja.
Dalam upaya antisipasi kedatangan suporter, Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Nusantara United FC telah berkoordinasi dengan Polres Boyolali. Koordinasi Panpel dan Polres Boyolali atas pertandingan yang akan digelar Sabtu (14/10) kontra PSIM Jogja menghasilkan keputusan sebagai berikut:
Berdasarkan hasil rapat koordinasi tersebut, DPP Brajamusti dan PP The Maident tidak memberangkatkan anggota mereka. DPP Brajamusti dan PP The Maident juga meminta seluruh anggota mereka untuk tidak hadir di Boyolali saat pertandingan NU FC vs PSIM Jogja untuk menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Hal itu juga untuk mematuhi himbauan pihak Panpel NU FC dan Polres Boyolali.
Semua pendukung PSIM Jogja, baik yang masuk ke dalam dua wadah suporter maupun tidak, dilarang datang. Mari kita jaga klub kebanggan kita bersama demi kebaikan kita semua.
Dua wadah suporter PSIM Jogja yakni DPP Brajamusti dan PP The Maident juga telah mengimbau kepada seluruh anggotanya untuk tidak berangkat ke Boyolali menyaksikan pertandingan itu. Imbauan dilakukan melalui sosial media masing-masing.
"DPP Brajamusti tidak memberangkatkan anggota dan mengimbau seluruh anggota Brajamusti dimanapun untuk tidak hadir di Boyolali saat pertandingan Nusantara United vs PSIM, untuk menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, serta mematuhi imbauan pihak Panpel Nusantara United dan Polres Boyolali," tulis DPP Brajamusti di akun sosial media X.
Begitu pula The Maident yang menuliskan "Dengan adanya aturan yang menyebutkan bahwa supporter tamu dilarang datang ke stadion, kami menghimbau teman-teman untuk tidak berangkat ke Boyolali. Tetap dukung Laskar Mataram dengan doa supaya dapat membawa pulang 3 poin. Aku Yakin Dengan Kamu!," demikian keterangan dikutip dari akun sosial media The Maident.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap kematian Triyanto di Pajangan, Bantul, diduga akibat penganiayaan. Tiga orang diamankan dan masih diperiksa.
KAI Bandara mengajak komunitas Difabelzone mencoba KA YIA PSO sekaligus mengenalkan fasilitas transportasi publik yang aman dan inklusif.
KORIKA menilai Indonesia perlu memperkuat kedaulatan data dan talenta agar tidak hanya menjadi pasar dalam perkembangan teknologi AI global.
Hakim menolak perlawanan Yaqut Cholil Qoumas dalam kasus dugaan korupsi kuota haji. Sidang perkara akan dilanjutkan pada 1 September.
KA Malabar tertemper truk di Klaten, Kamis (27/8/2026). Sejumlah perjalanan KA Daop 6 Jogja terdampak keterlambatan hingga 289 menit.
Lebih dari 400 WNA masuk daftar 579 wisatawan hilang akibat banjir bandang Nepal. India, AS, Australia hingga Jepang terdampak.