Pasal Penghinaan Presiden, Rieke: Kritik Bukan Tindak Pidana
Rieke Diah Pitaloka menilai putusan MK soal Pasal Penghinaan Presiden menjadi penyeimbang antara kehormatan pejabat dan kebebasan kritik.
Jonatan Christie./Instagram badminton.ina
Harianjogja.com, JAKARTA—Setelah dikalahkan oleh wakil Thailand, Kunlavut Vitidsarn dengan skor 21-18, 17-21, dan 18-21 di partai final Indonesia Masters 2025, pebulutangkis Jonatan Christie menyoroti pentingnya percepatan regenerasi pada sektor tunggal putra Indonesia.
“Saya rasa, itu menjadi PR [pekerjaan rumah] untuk tim tunggal putra Indonesia,” kata Jonatan dalam jumpa pers seusia pertandingan, Minggu (26/1/2025).
Menurut tunggal putra peringkat tiga dunia itu, promosi bagi pemain-pemain junior seperti Alwi Farhan, Mohammad Zaki Ubaidillah, hingga Yohanes Saut Marcellyno untuk bermain di turnamen-turnamen dengan level yang lebih tinggi, menjadi krusial saat ini.
Terlebih, saat ini masih belum ada tunggal putra lain selain Jonatan dan Anthony Sinisuka Ginting yang menghuni daftar 20 besar dunia. “Misalnya seperti Alwi, Saut, Ubed, harus segera lebih banyak diberikan jam terbang. Jangan hanya melihat hasilnya dulu, kita beri jam terbang untuk mereka menghadapi pemain yang levelnya di atas mereka, untuk kemudian dievaluasi [penampilannya], dan harapannya bisa menumbuhkan kepercayaan diri mereka,” jelas Jonatan.
Juara All England Open 2024 itu melanjutkan, perjalanannya untuk bisa mencapai posisinya sekarang juga dimulai dari promosi yang terus-menerus dilakukan. “Dulu saya juga seperti itu. Dengan tidak adanya senior, mau tidak mau harus di-push terus. Pelan-pelan. Melangkah dari kualifikasi, perlahan lalu masuk quarter final, dan seterusnya. Proses itu perlu ditumbuhkan kepada anak-anak, terlebih junior-junior saya,” kata Jonatan.
BACA JUGA: Indonesia Masters 2025, Jojo Kalah dari Wakil Thailand di Partai Final
Kepercayaan diri dan dahaga akan kemenangan, tidak hanya penting bagi atlet junior, melainkan juga pemain yang sudah tidak asing dengan gelar seperti Jonatan.
Kekalahannya di partai puncak Indonesia Masters 2025 menjadi catatan tersendiri bagi dirinya agar bisa melangkah maju pada kejuaraan-kejuaraan lain yang sudah menanti di depan mata, salah satunya All England Open 2025. “Saya merasa gagal karena target awal saya pribadi dan pelatih ingin juara di Indonesia Masters. Dengan adanya kans hari ini belum bisa saya manfaatkan dengan baik. Eksekusinya kurang baik,” kata Jonatan.
“Akan tetapi, ada sisi positif juga. All England masih ada satu bulan lagi [untuk persiapan]. Saya harap kepercayaan diri saya di lapangan bisa timbul dan menjadi suatu hal yang akan saya bawa di All England nanti.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rieke Diah Pitaloka menilai putusan MK soal Pasal Penghinaan Presiden menjadi penyeimbang antara kehormatan pejabat dan kebebasan kritik.
Bareskrim ungkap jaringan judi online Ujangbet dengan transaksi Rp890 miliar. Modus deposit menggunakan pulsa. Polisi peringatkan orang tua awasi penggunaan HP
Pilih aplikasi pemutar musik terbaik sesuai kebutuhan: Spotify dan YouTube Music untuk streaming, AIMP dan Musicolet untuk file lokal.
Anggaran Program Makan Bergizi Gratis 2027 naik menjadi Rp240 triliun untuk 60,6 juta penerima dengan pengawasan diperkuat.
Prabowo mengusulkan kewarganegaraan ganda terbatas bagi talenta istimewa. Simak aturan yang berlaku saat ini, syarat, batas usia, dan peluang perubahan UU Kewar
Prancis resmi melegalkan assisted dying bagi pasien dewasa dengan penyakit terminal setelah mendapat persetujuan Mahkamah Konstitusi. Simak syarat dan aturannya