33 Negara Siapkan Pangan Darurat, Stok Beras Indonesia 25 Juta Ton
Mentan Amran menyebut ketersediaan beras Indonesia mencapai 25 juta ton saat 33 negara menyiapkan persediaan pangan untuk kondisi darurat.
Pelatih timnas futsal Indonesia, Hector Souto ketika memberikan instruksi pada pemainnya dalam pertandingan kedua turnamen futsal 4 Nations World Series, Jakarta International Velodrome, Jakarta Timur, Sabtu (1/2/2025)./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Kendati dikalahkan oleh Timnas Futsal Argentina, Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto memberikan nilai A+ pada skuad asuhannya. Dalam laga kedua turnamen futsal 4 Nations World Series yang digelar di Jakarta International Velodrome, Jakarta Timur, Sabtu (1/2/2025) tersebut, Timnas Futsal Indonesia takluk dari Argentina dengan skor 2-4.
Hector menilai kualitas permainan timnya sangat tinggi karena pada pertandingan ini. Tim Garuda memberikan perlawanan sengit dengan berbagai taktik melawan Argentina yang merupakan juara dunia 2016 serta finalis edisi 2021 dan 2024 tersebut. "A Plus [nilainya]. Tentu, saya sangat puas. Kami memainkan begitu banyak situasi taktis," kata Souto pada jumpa pers pasca pertandingan, Sabtu.
Salah satu taktik yang diterapkan Souto malam ini adalah menggunakan power play pada lima menit terakhir pertandingan.
Taktik ini berjalan sesuai rencana karena mampu menyakiti Argentina dengan peluang-peluang yang diciptakan, meskipun masih berakhir dengan gol. "Kami bermain power play 5 menit 30 detik. Anda dapat melihat bahwa kami menciptakan 6-7 situasi yang jelas untuk menyamakan kedudukan. Saya sedang berbicara tentang menggambar permainan," jelas pelatih asal Spanyol tersebut.
"Benar saja hasil akhirnya adalah 4-2. Tapi kami membawa Indonesia ke detik-detik terakhir dan hampir bermain imbang dengan Argentina," tambah dia.
Souto juga mengaku tak bisa marah dengan kesalahan-kesalahan yang dibuat timnya yang berujung gol. Setidaknya ada tiga kesalahan yang dibuat timnya yang dilakukan oleh kiper dan Evan Soumilena yang berujung dengan tiga gol.
Dia mengutarakan kesalahan ini terjadi karena anak-anak asuhnya tak terbiasa melawan tim kuat kelas dunia seperti Argentina. "Di beberapa momen kami melakukan kesalahan tapi itu normal karena kami tidak terbiasa memainkan pertandingan di level ini, tapi kami bisa mengontrol permainan dan saya sangat puas," jelas dia.
Sementara itu, Rio Pangestu mengambil pelajaran berharga pada pertandingan ini, di mana di sebuah pertandingan besar, haram melakukan kesalahan individual. "Mungkin dari hasilnya kami tidak kecewa. Karena kami akan menang hari ini. Tapi apa yang dilakukan tim, menurut saya, banyak sisi positifnya," kata Rio.
Pada pertandingan terakhir, Indonesia akan melawan Arab Saudi pada Minggu (2/2/2025) pukul 18.30 WIB, sementara Argentina akan melawan Jepang pada sore harinya pukul 15.30 WIB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mentan Amran menyebut ketersediaan beras Indonesia mencapai 25 juta ton saat 33 negara menyiapkan persediaan pangan untuk kondisi darurat.
Kapan waktu tepat minum air saat olahraga? Simak panduan mengatur asupan cairan berdasarkan durasi latihan, keringat, dan kondisi cuaca.
Meta memperluas fitur notifikasi keamanan ke Facebook dan Meta AI untuk memberi tahu orang tua jika remaja berulang kali mencari konten menyakiti diri.
Lionel Messi mencetak satu gol dan satu assist saat Inter Miami bangkit mengalahkan New England Revolution 2-1 di MLS.
November 2026 tidak memiliki libur nasional maupun cuti bersama. Simak lima tanggal merah hari Minggu untuk menyusun agenda bulanan.
WhatsApp menghadirkan empat fitur baru untuk grup, mulai dari pin pesan tanpa batas waktu hingga berbagi status dan riwayat chat.