Rupiah Tertekan Konflik AS-Iran, Cadev Jadi Penahan
Rupiah melemah ke Rp17.984 per dolar AS dipicu eskalasi Timur Tengah, meski cadangan devisa Indonesia meningkat.
Lifter Eko Yuli Irawan saat meraih medali perak Olimpiade 2016./Reuters - Yves Herman
Daftar 10 Lifter Indonesia di Ajang Kejuaraan Asia Angkat Besi 2025
Harianjogja.com, JAKARTA—Sepuluh lifter Indonesia, termasuk tiga atlet andalan Eko Yuli Irawan, Rahmat Erwin Abdullah, dan Rizki Juniansyah siap bersaing dalam Kejuaraan Asia Angkat Besi 2025 di Jiangshan, China, pada 9-15 Mei.
Ajang ini menjadi kompetisi internasional pertama yang diikuti lifter Merah Putih pada 2025, sekaligus menjadi bagian dari persiapan menuju SEA Games 2025.
“Persiapan sudah kami jalani, meski kondisi angkatan saya belum sepenuhnya pulih setelah cedera. Tapi saya menikmatinya. Ini jadi ajang pemanasan sebelum target utama di SEA Games 2025,” ujar Eko Yuli di Pelatnas Angkat Besi di Mess Kwini, Jakarta, Jumat.
BACA JUGA: Cetak Rekor, Rizki Juniansyah Persembahkan Emas Olimpiade untuk Indonesia, Ini Profilnya
Eko yang akan turun pada kelas 67kg putra menambahkan Kejuaraan Asia 2025 lebih ditujukan untuk menambah jam terbang dan mengembalikan rasa percaya diri dalam bertanding.
Hal senadaa Rizki Juniansyah yang akan tampil pada kelas 81kg. Ia menegaskan fokusnya adalah peningkatan progres angkatan, tanpa beban mengejar medali.
“Saya tetap latihan seperti biasa. Target utama saya tahun ini ada di SEA Games. Kejuaraan Asia ini jadi tahap awal untuk melihat perkembangan angkatan,” ujar Rizki.
Pada Kejuaraan Asia 2024, Rizki meraih tiga perak dari kelas 73kg bersaing dengan Rahmat Erwin Abdullah yang meraih tiga emas. Tujuh lifter lainnya juga akan memperkuat Indonesia, dengan komposisi enam putri dan empat putra.
BACA JUGA: Hasil Klasemen Perolehan Medali, AS dan China 33 Emas, Indonesia Turun ke Posisi 32
Kejuaraan Asia tahun ini menjadi ajang penting untuk mengukur peta kekuatan di Asia mengingat rival China dan Korea Utara juga menurunkan atlet-atlet terbaiknya.
Putri
Juliana Klarisa (55kg)
Basilia Bamerop Ninggan (55kg)
Natasya Beteyob (59kg)
Tsabitha Alfiah Ramadani (64kg)
Nadita Aprilia (64kg)
Indah Afriza (72kg)
Putra
Eko Yuli Irawan (67kg)
Ardaraya (73kg)
Rahmat Erwin Abdullah (73kg)
Rizki Juniansyah (81kg)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rupiah melemah ke Rp17.984 per dolar AS dipicu eskalasi Timur Tengah, meski cadangan devisa Indonesia meningkat.
Laba Taspen 2025 turun menjadi Rp1,04 triliun. Hasil investasi Rp9,87 triliun menjadi penopang di tengah penurunan pendapatan iuran.
Perkuat Sinergi untuk Pendidikan Unggul dan Bisnis Berkelanjutan Melalui Kepedulian Sosial dan Kebersamaan
Prabowo Subianto dan PM India Narendra Modi disambut ratusan pelajar dan warga di Sleman saat menuju Candi Prambanan, Rabu.
BRIN menargetkan Satelit NEO-1 meluncur Januari 2027. Satelit observasi bumi ini memiliki TKDN 65% dan mendukung pemetaan hingga mitigasi bencana.
BKKBN menyebut mayoritas generasi muda Indonesia tetap ingin menikah dan memiliki anak, meski terkendala faktor ekonomi dan perumahan.