Dugaan Korupsi Mesin Susu DIY, Kejati Sita 35 Dokumen
Kasus dugaan korupsi mesin susu DIY disorot. Proyek Rp4,62 miliar belum bisa dimanfaatkan, Kejati sita 35 dokumen.
Cahya Supriadi saat ditemui seusai sesi latihan PSIM Jogja di Stadion Mandala Krida, Jogja, pada Jumat (19/12/2025). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—Kegagalan Timnas Indonesia U-22 meraih medali di SEA Games 2025 menjadi momentum evaluasi bagi Cahya Supriadi. Kiper PSIM Jogja itu memilih segera bangkit dan memusatkan fokus penuh bersama klub jelang dua laga krusial PSIM Jogja di penghujung Desember 2025.
Cahya baru saja kembali ke Jogja setelah membela Timnas Indonesia U22 di Thailand. Langkah Garuda Muda terhenti di fase grup, hasil yang membuat tim harus pulang lebih cepat dari ajang SEA Games 2025.
“Bukan cuma saya yang sedih, satu Indonesia mungkin bisa dibilang merasakan hal yang sama karena tidak bisa mencapai target yang diberikan. Situasi mungkin sedih dan kecewa semua harus kita terima,” kata Cahya usai sesi latihan PSIM di Stadion Mandala Krida, Jogja, Jumat (19/12/2025).
Meski demikian, kiper berusia 22 tahun itu menilai kekecewaan di SEA Games 2025 harus dijadikan bahan evaluasi. Ia menyebut kegagalan di level internasional dapat menjadi dorongan untuk memperbaiki kualitas permainan dan mental bertanding.
“Mungkin untuk evaluasi diri saya sendiri, saya harus lebih baik di sini dan terus berkembang lagi,” jelasnya.
Sekembalinya ke PSIM Jogja, Cahya menegaskan dirinya harus segera melupakan SEA Games 2025. Menurut dia, fokus dan kerja keras bersama Laskar Mataram menjadi prioritas utama saat ini demi hasil maksimal di kompetisi domestik.
“Mungkin saya harus melupakan SEA Games, dan saya harus fokus dan kerja keras di sini,” ucap Cahya.
PSIM Jogja dijadwalkan menjalani dua pertandingan penting di akhir tahun. Tim asuhan Jean-Paul Van Gastel akan bertandang ke markas Persijap Jepara pada Selasa (23/12/2025), sebelum menjamu PSBS Biak sepekan kemudian, Selasa (30/12/2025). Dua laga tersebut menjadi ujian konsistensi PSIM Jogja sekaligus peluang kebangkitan pasca agenda tim nasional.
Cahya mengakui masih harus mengejar kembali chemistry bersama rekan setim di PSIM Jogja. Ia baru mengikuti beberapa kali sesi latihan setelah kembali dari agenda Timnas Indonesia U22 di SEA Games 2025.
“Untuk persiapan saya baru latihan sekitar tiga kali, saya harus kejar feeling saya karena saya ketinggalan beberapa hari latihan. Saya harus kerja keras lagi,” tuturnya.
Penggawa PSIM Jogja lain yang berpartisipasi di SEA Games 2025, Raka Cahyana, juga telah kembali berlatih bersama skuad Laskar Mataram. Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel, menyebut keduanya siap diturunkan pada laga-laga selanjutnya.
“Mereka (Raka dan Cahya) sudah kembali, siap untuk bermain bersama kami. Tidak ada masalah apa pun pada mereka,” ungkap Van Gastel.
Dengan fokus penuh pasca kegagalan di SEA Games 2025, Cahya Supriadi diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam upaya PSIM Jogja meraih hasil positif di dua laga penutup tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus dugaan korupsi mesin susu DIY disorot. Proyek Rp4,62 miliar belum bisa dimanfaatkan, Kejati sita 35 dokumen.
Pemkot Magelang memulai revitalisasi Makam Kyai Langgeng untuk melestarikan sejarah sekaligus mengembangkan wisata religi di Kota Magelang.
Maroko menyingkirkan Belanda lewat adu penalti 3-2 setelah bermain imbang 1-1 dan melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Hotel di Bantul membidik pasar komunitas untuk mendongkrak okupansi saat libur sekolah. PHRI menargetkan tingkat hunian mencapai 70 persen.
Harga cabai rawit merah mencapai Rp57.050 per kg. Simak daftar lengkap harga pangan nasional terbaru berdasarkan data PIHPS Nasional
Stemawa Moto Contest 2026 di SMK Ma’arif 1 Wates diikuti 130 peserta dengan delapan kategori modifikasi motor dari DIY dan sekitarnya.