DPRD DIY Soroti Kemiskinan Meski Ekonomi Jogja Tumbuh
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.
Cahya Supriadi saat ditemui seusai sesi latihan PSIM Jogja di Stadion Mandala Krida, Jogja, pada Jumat (19/12/2025). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—Kegagalan Timnas Indonesia U-22 meraih medali di SEA Games 2025 menjadi momentum evaluasi bagi Cahya Supriadi. Kiper PSIM Jogja itu memilih segera bangkit dan memusatkan fokus penuh bersama klub jelang dua laga krusial PSIM Jogja di penghujung Desember 2025.
Cahya baru saja kembali ke Jogja setelah membela Timnas Indonesia U22 di Thailand. Langkah Garuda Muda terhenti di fase grup, hasil yang membuat tim harus pulang lebih cepat dari ajang SEA Games 2025.
“Bukan cuma saya yang sedih, satu Indonesia mungkin bisa dibilang merasakan hal yang sama karena tidak bisa mencapai target yang diberikan. Situasi mungkin sedih dan kecewa semua harus kita terima,” kata Cahya usai sesi latihan PSIM di Stadion Mandala Krida, Jogja, Jumat (19/12/2025).
Meski demikian, kiper berusia 22 tahun itu menilai kekecewaan di SEA Games 2025 harus dijadikan bahan evaluasi. Ia menyebut kegagalan di level internasional dapat menjadi dorongan untuk memperbaiki kualitas permainan dan mental bertanding.
“Mungkin untuk evaluasi diri saya sendiri, saya harus lebih baik di sini dan terus berkembang lagi,” jelasnya.
Sekembalinya ke PSIM Jogja, Cahya menegaskan dirinya harus segera melupakan SEA Games 2025. Menurut dia, fokus dan kerja keras bersama Laskar Mataram menjadi prioritas utama saat ini demi hasil maksimal di kompetisi domestik.
“Mungkin saya harus melupakan SEA Games, dan saya harus fokus dan kerja keras di sini,” ucap Cahya.
PSIM Jogja dijadwalkan menjalani dua pertandingan penting di akhir tahun. Tim asuhan Jean-Paul Van Gastel akan bertandang ke markas Persijap Jepara pada Selasa (23/12/2025), sebelum menjamu PSBS Biak sepekan kemudian, Selasa (30/12/2025). Dua laga tersebut menjadi ujian konsistensi PSIM Jogja sekaligus peluang kebangkitan pasca agenda tim nasional.
Cahya mengakui masih harus mengejar kembali chemistry bersama rekan setim di PSIM Jogja. Ia baru mengikuti beberapa kali sesi latihan setelah kembali dari agenda Timnas Indonesia U22 di SEA Games 2025.
“Untuk persiapan saya baru latihan sekitar tiga kali, saya harus kejar feeling saya karena saya ketinggalan beberapa hari latihan. Saya harus kerja keras lagi,” tuturnya.
Penggawa PSIM Jogja lain yang berpartisipasi di SEA Games 2025, Raka Cahyana, juga telah kembali berlatih bersama skuad Laskar Mataram. Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel, menyebut keduanya siap diturunkan pada laga-laga selanjutnya.
“Mereka (Raka dan Cahya) sudah kembali, siap untuk bermain bersama kami. Tidak ada masalah apa pun pada mereka,” ungkap Van Gastel.
Dengan fokus penuh pasca kegagalan di SEA Games 2025, Cahya Supriadi diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam upaya PSIM Jogja meraih hasil positif di dua laga penutup tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan. Simak rute aksi damai dan enam tuntutan driver online di Jogja dan Sleman.
Film Star Wars: The Mandalorian and Grogu hanya meraih skor 61% di Rotten Tomatoes, tetapi tetap dipuji penggemar Star Wars.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 19 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Nyeri dada seperti ditusuk bisa menjadi tanda robekan aorta mematikan. Dokter mengingatkan penanganan cepat penting untuk mencegah kematian.
Harga emas Pegadaian hari ini naik. Emas Antam tembus Rp2,887 juta per gram, UBS Rp2,845 juta, dan Galeri24 Rp2,782 juta.