Advertisement

Messi Batal, F1 Terancam Akibat Konflik Timur Tengah

Jumali
Rabu, 04 Maret 2026 - 03:37 WIB
Jumali
Messi Batal, F1 Terancam Akibat Konflik Timur Tengah Pesepak bola Inter Miami Lionel Messi (kiri) menggiring bola dibayangi pesepak bola Cincinnati FC Brandon Vazquez pada semifinal US Open Cup di Stadion TQL, Cincinnati, AS (23/8 - 2023). / Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Eskalasi konflik di Timur Tengah memaksa Qatar menangguhkan seluruh laga sepak bola dan mengancam balapan Formula 1 di Bahrain serta Arab Saudi. Lionel Messi dipastikan batal tampil, sementara Cristiano Ronaldo dan Timnas Iran masih menunggu kepastian jadwal.

Otoritas Qatar menghentikan seluruh aktivitas sepak bola hingga pemberitahuan lebih lanjut demi alasan keselamatan. Keputusan ini berdampak pada Finalissima yang dijadwalkan mempertemukan juara Amerika Selatan kontra juara Eropa, termasuk peluang tampilnya Lionel Messi melawan timnas Spanyol.

Advertisement

Langkah tersebut, sebagaimana dilaporkan Associated Press, diambil menyusul eskalasi konflik di kawasan.

UEFA sebagai penyelenggara bersama menyatakan terus memantau perkembangan situasi.

"UEFA terus memantau dan menilai secara cermat semua perkembangan situasi ini bekerja sama dengan CONMEBOL dan panitia penyelenggara setempat," ujar perwakilan UEFA dalam pernyataan resmi, Senin (2/3/2026).

Opsi pemindahan lokasi maupun pembatalan pertandingan masih terbuka. Ketidakpastian ini menjadi pukulan bagi suporter yang telah memesan tiket perjalanan ke Doha.

Al-Nassr Terdampak, Ronaldo Tunggu Kepastian

Situasi serupa dialami Cristiano Ronaldo bersama klubnya, Al-Nassr. Gelombang penundaan laga di Liga Champions Asia membuat tim tersebut menunda keberangkatan menuju Dubai untuk pertandingan yang sedianya digelar Rabu (4/3/2026).

Krisis keamanan ini menunjukkan rentannya industri olahraga terhadap gejolak geopolitik, terutama di Timur Tengah yang dalam satu dekade terakhir menjelma sebagai pusat kekuatan finansial olahraga global.

F1 Bahrain dan Arab Saudi Terancam

Dampak konflik juga merembet ke dunia balap. Formula 1 memiliki agenda balapan di Bahrain dan Arab Saudi bulan depan. Logistik tim yang biasanya dikirim jauh hari kini menghadapi ketidakpastian.

Badan pengatur balap dunia, FIA, menegaskan prioritas utama adalah keselamatan dan kesejahteraan seluruh personel.

Jika situasi tidak membaik, pembatalan balapan di kawasan Teluk berpotensi menimbulkan kerugian finansial besar bagi ekosistem F1.

Medvedev Terjebak di Dubai

Krisis turut berdampak pada dunia tenis. Mantan juara US Open, Daniil Medvedev, dilaporkan termasuk di antara petenis yang tertahan di Dubai akibat pembatasan penerbangan.

Apabila tidak segera memperoleh izin terbang, partisipasi mereka di BNP Paribas Open di California yang dimulai Rabu (11/3/2026) berisiko terganggu, memicu efek domino pada klasemen dunia.

Nasib Iran di Piala Dunia 2026

Implikasi diplomatik konflik juga membayangi Piala Dunia FIFA 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Tim nasional Iran dijadwalkan menghadapi Selandia Baru di California pada Juni mendatang, namun partisipasi mereka kini dipertanyakan.

Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, menyampaikan nada pesimistis.

"Kami tidak bisa diharapkan untuk menatap Piala Dunia dengan penuh harapan," ujarnya di tengah kondisi negaranya yang berada dalam situasi perang.

Dengan eskalasi geopolitik yang belum menunjukkan tanda mereda, dunia olahraga global bersiap menghadapi kemungkinan pembatalan sejumlah event bergengsi yang selama ini menjadi motor industri hiburan internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Kerusuhan Karachi: Marinir AS Akui Lepas Tembakan

Kerusuhan Karachi: Marinir AS Akui Lepas Tembakan

News
| Selasa, 03 Maret 2026, 23:17 WIB

Advertisement

Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh

Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh

Wisata
| Minggu, 01 Maret 2026, 22:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement