Advertisement
Alex Rins Ungkap Alasan Yamaha Tinggalkan Mesin Inline-Four
Alex Rins - Instagram
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Keputusan Yamaha beralih ke mesin V4 dinilai Alex Rins sebagai respons realistis atas keterbatasan pengembangan mesin inline-four di MotoGP modern.
Pembalap Monster Energy Yamaha ini pun memberikan dukungan penuh terhadap keputusan ekstrem timnya untuk meninggalkan mesin legendaris inline-four (empat silinder segaris).
Advertisement
Langkah ini diambil setelah musim 2025 menjadi periode yang cukup berat bagi pabrikan berlogo garpu tala tersebut. Yamaha terpuruk di posisi buncit klasemen konstruktor dengan hanya mengantongi 247 poin.
Di klasemen pembalap, hanya Fabio Quartararo yang mampu menembus sepuluh besar (posisi 9), sementara Rins, Jack Miller, dan Miguel Oliveira masih kesulitan bersaing di barisan depan.
BACA JUGA
Menurut Rins, mesin inline-four yang selama ini menjadi identitas Yamaha telah mencapai titik jenuh pengembangan. Di saat rival seperti Ducati dan Aprilia terus melesat dengan konfigurasi V4, Yamaha merasa tidak lagi bisa mengekstrak tenaga dan efisiensi lebih jauh dari desain mesin lama.
"Yamaha telah mencoba banyak hal. Mungkin mereka telah mencapai batasnya. Mereka tidak dapat mencapai peningkatan lebih lanjut dengan mesin lama," jelas Rins sebagaimana dikutip dari Speedweek, Jumat (2/1/2026).
Peralihan ke V4 diharapkan dapat memberikan keunggulan pada aspek:
- Top Speed: Karakteristik V4 yang lebih kompak memungkinkan output tenaga yang lebih besar di lintasan lurus.
- Sentralisasi Massa: Membantu keseimbangan motor saat memasuki tikungan tajam.
- Aerodinamika: Mesin yang lebih ramping memungkinkan desain fairing yang lebih aerodinamis untuk mengurangi hambatan udara.
Menariknya, Alex Rins mengungkapkan bahwa keempat pembalap Yamaha musim ini memiliki kesamaan pandangan mengenai performa motor. Hal ini sangat menguntungkan tim teknis dalam memetakan masalah dan mempercepat pengembangan mesin V4.
"Sangat membantu bahwa keempat pembalap mengeluhkan hal yang sama. Ini memungkinkan kami memberikan petunjuk yang sangat spesifik tentang apa yang perlu diperbaiki," tandas pembalap asal Spanyol tersebut.
Meskipun fokus utama dialihkan ke proyek V4, Yamaha tetap berkomitmen melakukan penyempurnaan pada perangkat elektronik dan sasis sepanjang musim 2026 agar tetap kompetitif sebelum mesin baru benar-benar siap dipacu secara penuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Wilayah di Jogja dan Sedayu Kena Pemadaman Listrik, Hari Ini
- Kasus Pengeroyokan Remaja di Bantul, Motif Diduga Rivalitas Geng
- Turis Kolombia Ngamen di Bantul Berujung Dideportasi
- Pentas Siswa Stella Duce 2 Angkat Karawitan dan Dalang Muda
- Lansia 80 Tahun Tewas di Simpang Jambon, Diduga Pengendara Lalai
Advertisement
Advertisement









