Advertisement
Pelatih Semen Padang Kritik Keras Wasit Seusai Kalah dari PSIM
Pelatih Semen Padang, Dejan Antonic saat konferensi pers usailaga melawan PSIM Jogja di SSA Bantul, Minggu (4/12/2025). - Harian Jogja - Ariq Fajar Hidayat
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Kekalahan tipis Semen Padang dari PSIM Jogja di Stadion Sultan Agung Bantul memicu reaksi keras dari Pelatih Semen Padang, Dejan Antonic, yang menilai kepemimpinan wasit menjadi penentu hasil pertandingan Super League 2025/2026 tersebut.
Dejan secara terbuka memprotes keputusan penalti yang dieksekusi Ze Valente dan menjadi satu-satunya gol kemenangan PSIM. Menurutnya, keputusan tersebut merugikan tim tamu dan mencederai semangat sportivitas dalam sepak bola profesional.
Advertisement
Pelatih asal Serbia itu juga menyoroti minimnya pelanggaran yang menguntungkan Semen Padang, khususnya pada babak kedua. Ia menyebut tidak ada satu pun tendangan bebas di area berbahaya yang diberikan kepada timnya meski beberapa kali terjadi kontak fisik.
Dejan menilai keputusan penalti yang diberikan kepada PSIM menjadi titik krusial yang merugikan timnya. Di pinggir lapangan, pelatih asal Serbia itu tampak melakukan protes keras terhadap kepemimpinan wasit hingga akhirnya diganjar kartu kuning.
BACA JUGA
“Kita mau maju sepak bola Indonesia, maju seperti ini tidak mungkin. Kita tanya negara-negara yang lain maju. Saya dua tahun di China itu, seperti ini tidak ada,” kata Dejan saat konferensi pers usai laga.
Ia secara terbuka mempertanyakan cara wasit memperlakukan para pemainnya di lapangan. Dejan bahkan berharap wasit tersebut tidak lagi memimpin pertandingan di Indonesia.
“[Wasit] dari Korea ya? Semoga tidak datang lagi di Indonesia. Kedua, penalti. Cuma dia lihat penalti yang tadi. Yang ketiga, tidak ada satu free-kick untuk kita dekat zona 30 meter babak kedua,” ujarnya.
Dejan juga menyoroti sejumlah keputusan lain yang menurutnya tidak adil, termasuk insiden duel pemain di babak pertama yang dinilai layak ditinjau ulang. Ia mengaku telah melihat tayangan ulang di ruang ganti dan tetap pada pendiriannya bahwa keputusan wasit merugikan Semen Padang.
“Lihat duel sama pemain PSIM menit 30-an. Dia bilang ‘tangan tidak dalam posisi natural’. Malu saya belajar di sini dan semua harus main jujur dan bersih,” ucapnya.
Di luar persoalan wasit, Dejan mengapresiasi kerja keras anak asuhnya yang tetap tampil maksimal meski dalam kondisi tidak ideal. Ia menyebut beberapa pemain Semen Padang tidak dalam kondisi fit jelang pertandingan.
“Hari ini Semen Padang punya enam orang sakit, demam. Tapi anak-anak kerja keras untuk Semen Padang. Karena kita mau curi poin di sini,” katanya.
Menurut Dejan, kekalahan ini terasa semakin berat karena para pemain sudah berjuang maksimal di tengah keterbatasan kondisi fisik. Ia menegaskan tidak mempermasalahkan hasil jika memang kalah secara kualitas permainan.
“Kalau situasi biasa, tidak masalah. Kamu lebih bagus, kita jabat tangan, ucap terima kasih banyak. Tapi kalau seperti ini, ini tidak bantu PSIM, ini tidak bantu sepak bola, ini tidak bantu kita,” ujarnya.
Kekalahan ini membuat Semen Padang harus pulang tanpa poin dari Bantul, dan masih terjebak di zona degradasi, tepatnya di peringkat ke-16 dengan torehan 10 poin dari 16 laga.
Sementara itu, pelatih PSIM, Jean-Paul Van Gastel enggan berkomentar banyak terkait kinerja wasit. Ia bahkan mengaku tidak begitu memperhatikan momen pelanggaran yang berujung hadiah penalti untuk timnya.
“Saya tidak melihat momen apakah itu penalti atau tidak. Jadi saya tidak bisa menjawab pertanyaan [soal wasit] itu,” ucap Van Gastel.
Kekalahan ini membuat Semen Padang masih tertahan di zona degradasi klasemen sementara Super League 2025/2026 dengan 10 poin dari 16 laga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Korea Selatan Perpanjang Bebas Biaya Visa hingga Juni 2026
Advertisement
Berita Populer
- Hujan Deras Picu Retakan Tanah, SDN Kokap di Kulonprogo Rawan Longsor
- Rotasi Awal 2026, OPD Kulonprogo Kini Diisi Pejabat Definitif
- Puluhan Petugas TPR Pantai di Gunungkidul Diganti, Begini Alasannya
- Inspektorat Bantul Serahkan Temuan APBKal Wonokromo ke Kejari
- Pemkab Kulonprogo Lantik 25 Kepsek Baru
Advertisement
Advertisement




