Advertisement
Bulan Ramadhan, PSIM Jogja Geser Waktu Latihan
PSIM Jogja - Harian Jogja
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Manajemen PSIM Jogja melakukan penyesuaian jadwal latihan tim utama selama bulan Ramadan. Sesi latihan yang sebelumnya kerap digelar pagi hari kini dipindahkan ke sore untuk menjaga kondisi fisik pemain sekaligus mendukung kelancaran ibadah puasa di tengah kompetisi Super League 2025/2026.
Perubahan ini menjadi evaluasi dari kebiasaan sebelumnya. Dalam beberapa pekan terakhir, PSIM lebih sering menggelar latihan pagi hari untuk menghindari hujan deras yang kerap turun pada sore hingga malam di wilayah Yogyakarta.
Advertisement
Manajer PSIM Jogja, Razzi Taruna, menjelaskan pemilihan jadwal latihan pagi sebelumnya murni didasari pertimbangan teknis terkait cuaca.
“Kemarin kami banyak latihan pagi karena sore biasanya hujan di Jogja. Untuk mengantisipasi latihan di kondisi hujan deras, maka banyak sesi dipindahkan ke pagi,” ujar Razzi, Rabu (18/2/2026).
BACA JUGA
Jam Latihan Dimundurkan
Memasuki bulan puasa, manajemen bersama tim pelatih menilai jadwal latihan perlu disesuaikan. Latihan sore dinilai lebih ideal karena memberi jarak waktu yang lebih dekat dengan waktu berbuka puasa.
Razzi menyebut jam latihan juga mengalami sedikit perubahan. Jika sebelumnya latihan sore dimulai sekitar pukul 15.30 WIB, kini dimundurkan menjadi pukul 16.00 WIB.
“Sekarang kami geser sedikit menjadi pukul 16.00 WIB untuk mengakomodasi teman-teman yang sedang menjalankan ibadah puasa. Jadi setelah latihan selesai, waktunya sudah mendekati jam berbuka,” ucapnya.
Tetap Tanpa Libur Awal Ramadan
Meski ada penyesuaian jadwal, PSIM Jogja tidak memberikan libur khusus di awal Ramadan. Tim tetap menjalani latihan penuh karena harus bersiap menghadapi agenda pertandingan yang padat.
PSIM dijadwalkan melakoni laga penting melawan Bali United pada 23 Februari, sebelum melanjutkan rangkaian pertandingan tandang ke Biak pada 27 Februari 2026.
“Tim tidak ada libur di awal puasa karena memang harus menghadapi jadwal pertandingan yang sangat padat,” kata Razzi.
Ia berharap penyesuaian ini mampu menjaga keseimbangan antara tuntutan profesional pemain di lapangan dan pelaksanaan ibadah selama Ramadan.
“Kami hanya menyesuaikan jam latihan agar pemain yang berpuasa tetap bisa menjalankan ibadah dengan baik, namun tetap mengikuti porsi latihan secara maksimal,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
MKD DPR Pastikan Proses Adies Kadir Jadi Hakim MK Sesuai Aturan
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Puasa, Begini Skema Penyaluran MBG di Gunungkidul
- Dampak Hujan, BPBD Catat 32 Titik Longsor, Warga Terpaksa Mengungsi
- Reaktivasi PBI JK Capai 2.000 Orang, Sleman Tanggung Pakai APBD
- Musprov SMSI DIY Angkat Ketua Baru, Dorong Ekosistem Media Siber Sehat
- Kemenag DIY Gelar Pengamatan Hilal di Bantul, Ini Hasilnya
Advertisement
Advertisement







