Advertisement
PSIM Jogja Tahan Imbang Persik 2-2, Ini Komentar Van Gastel
Logo BRI Super League. / Ist
Advertisement
Harianjogja.com, GRESIK—PSIM Jogja menahan Persik Kediri 2–2 dalam lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Joko Samudro, Jumat (13/2/2026) sore. Hal ini ditegaskan pelatih Jean-Paul Van Gastel yang menyebut satu poin dari laga tandang tersebut sebagai hasil maksimal.
Sejak menit awal, duel berlangsung dengan tempo tinggi dan pendekatan taktis dari kedua tim. PSIM Jogja sempat dua kali tertinggal, tetapi mampu bangkit melalui dua gol Pulga Vidal yang dicetak masing-masing di babak pertama dan babak kedua.
Advertisement
Jean-Paul Van Gastel mengakui anak asuhnya tidak langsung menemukan ritme permainan, terutama saat menguasai bola dan membangun serangan dari lini belakang.
“Ini adalah pertandingan taktis dari kedua belah pihak. Kediri memulai laga dengan sangat baik, dan kami sempat kesulitan menemukan posisi yang tepat,” kata Van Gastel saat konferensi pers seusai laga.
BACA JUGA
“Akibatnya, saat menguasai bola kami tidak bermain sebagus biasanya. Namun tim saya mampu bangkit dua kali setelah tertinggal, dan secara keseluruhan satu poin adalah hasil maksimal yang bisa kami raih,” imbuhnya.
Hasil imbang ini membuat PSIM Jogja belum meraih kemenangan dalam empat pertandingan terakhir. Kendati demikian, Laskar Mataram tetap bertahan di posisi ketujuh klasemen sementara Super League hingga pekan ke-21 dengan raihan 32 poin.
Pertandingan kontra Persik Kediri juga menjadi panggung debut bagi bek anyar asal Belanda, Jop van der Avert. Ia langsung dipercaya tampil sejak menit awal dan merasakan atmosfer laga tandang yang ketat.
“Seperti yang dikatakan pelatih, Kediri menerapkan strategi taktis yang tepat. Kami kesulitan terutama di awal laga, khususnya dalam mengambil keputusan saat menguasai bola,” kata Jop.
“Hal positifnya, kami bisa bangkit dua kali sehingga setidaknya mengamankan satu poin. Itu menunjukkan karakter tim,” katanya.
Jop menambahkan, dirinya masih beradaptasi dengan dinamika sepak bola Indonesia. Meski telah beberapa kali menyaksikan pertandingan di Tanah Air, pengalaman turun langsung ke lapangan memberi tantangan berbeda.
“Ini pertandingan pertama saya, jadi tentu perlu waktu untuk membiasakan diri. Saya senang bisa berada di sini, melihat liga yang terus berkembang, dan berharap bisa memberi kontribusi lebih untuk tim,” tandasnya.
Hasil imbang Persik Kediri vs PSIM Jogja ini sekaligus menegaskan daya juang Laskar Mataram di Super League 2025/2026, meski tren tanpa kemenangan masih membayangi dalam empat laga terakhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Keluarga Kopilot Smart Air Desak Evaluasi Keamanan Bandara Korowai
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement






