Advertisement

Ini Penyebab Francesco Bagnaia Gagal di MotoGP 2025

Jumali
Rabu, 07 Januari 2026 - 09:47 WIB
Jumali
Ini Penyebab Francesco Bagnaia Gagal di MotoGP 2025 Francesco Bagnaia - Reuters/ John Nazca

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Paolo Simoncelli menilai kegagalan Francesco Bagnaia di MotoGP 2025 disebabkan kesalahannya meremehkan kekuatan Marc Marquez sebagai rekan setim.

Bagnaia merupakan pilar utama Ducati Lenovo selama periode 2022–2024 dengan raihan dua gelar juara dunia. Namun, kehadiran Marc Marquez di tim pabrikan untuk musim 2025 menciptakan dinamika persaingan yang tidak mampu diantisipasi oleh pembalap asal Italia tersebut.

Advertisement

"Dia (Bagnaia) tidak siap menghadapi rekan satu tim sekuat itu," kata Paolo Simoncelli, dikutip dari Crash pada Rabu (7/1/2026).

Simoncelli menduga Bagnaia terlalu terpengaruh oleh narasi dari lingkungan terdekatnya, yang merupakan bagian dari kelompok Valentino Rossi (VR46 Academy). Hal ini membuat Pecco cenderung meremehkan kemampuan Marquez di lintasan.

Kenyataannya, Marc Marquez justru tampil dominan dan sukses mengunci gelar juara dunia MotoGP ketujuhnya pada musim 2025.

"Pecco berasal dari grup Valentino Rossi, dan setelah mendengar semua yang mereka katakan di grup itu, dia meremehkan Marquez," tutur Simoncelli. Ia menambahkan, Bagnaia mungkin mengira hanya perlu meminimalkan kesalahan untuk menang. Namun, menghadapi Marquez yang memiliki mentalitas menyerang justru memicu krisis performa pada Bagnaia.

Di sisi lain, Paolo Simoncelli memberikan pujian setinggi langit kepada Marc Marquez. Baginya, gaya balap dan mentalitas pantang menyerah yang dimiliki The Baby Alien sangat mengingatkannya pada sang putra, mendiang Marco Simoncelli.

"Saya tahu Marc adalah yang terkuat. Saya selalu menyukainya; dia berkendara dan berpikir seperti anak saya, dia tidak pernah menyerah dan selalu berusaha," ujarnya dengan emosional.

Paolo juga merefleksikan andai Marco masih aktif membalap, persaingan di kasta tertinggi MotoGP saat ini pasti akan jauh lebih menghibur. "Seandainya Marco masih ada, kita pasti akan melihat pertarungan yang luar biasa. Kalian tahu bagaimana indahnya pertarungan dalam olahraga ini," tutup Simoncelli.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Jenderal Iran Peringatkan AS, Klaim Militer Kini Lebih Kuat

Jenderal Iran Peringatkan AS, Klaim Militer Kini Lebih Kuat

News
| Kamis, 08 Januari 2026, 09:17 WIB

Advertisement

Kelas Menengah Jadi Penopang Utama Wisata Nasional

Kelas Menengah Jadi Penopang Utama Wisata Nasional

Wisata
| Rabu, 07 Januari 2026, 14:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement