Advertisement
Marc Marquez Isyaratkan Pensiun Dini Karena Cedera
Marc Marquez menjadi pembalap tercepat pada sesi practice di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, Austria, Jumat (15/8 - 2025). (MotoGP)
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Marc Marquez memberi sinyal kuat soal kemungkinan pensiun dini dari MotoGP, menyebut kondisi fisik dan riwayat cedera sebagai faktor penentu.
Setelah melakukan comeback fenomenal dengan meraih gelar juara dunia 2025 bersama Ducati, Marquez masih dibayangi risiko cedera. Meski mentalitasnya tetap kuat, ia menyadari bahwa sejarah cedera lengan dan bahu yang dialaminya sejak 2020 telah mengubah cara pandangnya terhadap masa depan.
Advertisement
"Hal tersulit bagi seorang atlet adalah mengetahui kapan dan bagaimana harus pensiun. Saya tahu saya akan pensiun lebih cepat karena tubuh saya akan mendorong saya lebih keras dibandingkan pikiran saya," ujar Marquez dalam wawancara dengan media Spanyol, La Sexta, Kamis (8/1/2026).
Kontrak Marc Marquez dengan tim pabrikan Ducati akan berakhir pada penghujung musim 2026. Periode ini bertepatan dengan transisi besar-besaran MotoGP menuju regulasi mesin baru pada tahun 2027. Banyak pihak berspekulasi bahwa akhir 2026 akan menjadi titik balik apakah Marquez tetap lanjut atau memilih menggantung helm.
BACA JUGA
"Saya harus memahami kondisi tubuh saya setiap tahun. Secara mental, saya masih seperti roket, tetapi fisik memiliki batasan," tambahnya.
Selain isu karier, Marquez juga berbicara mengenai rencana pribadinya untuk menjadi seorang ayah. Menariknya, ia secara tegas tidak ingin anak-anaknya kelak mengikuti jejaknya menjadi pembalap profesional.
Ia menilai nama besar "Marquez" akan menjadi beban mental yang terlalu berat bagi anak-anaknya di lintasan balap. Menurutnya, warisan prestasi yang ia torehkan justru bisa menjadi penghalang bagi kebebasan sang anak dalam berekspresi.
"Menyandang nama belakang saya tidak akan membantu mereka sama sekali. Saat seseorang tidak kekurangan apa pun secara finansial, rasa lapar untuk berjuang (di lintasan balap) tidak akan sama," tutup Marquez.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Kasus Pengeroyokan Remaja di Bantul, Motif Diduga Rivalitas Geng
- Polisi Buru 5 Anggota Geng Remaja Tewaskan Pelajar Bantul
- Lansia 80 Tahun Tewas di Simpang Jambon, Diduga Pengendara Lalai
- Lubang di Tengah Jembatan Jonge Semanu Picu Perbaikan Darurat
- MA Tolak Kasasi Terpidana Penipuan Jual Beli Perusahaan di Bantul
Advertisement
Advertisement









