Advertisement
Jayden Oosterwolde Divonis Penjara Bersyarat di Turki
Jayden Oosterwolde (tengah) / Instagram
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Jayden Oosterwolde, dijatuhi hukuman penjara bersyarat oleh pengadilan Turki.
Vonis ini merupakan buntut dari keributan pascapertandingan panas antara Galatasaray melawan Fenerbahçe pada 19 Mei 2024 lalu.
Advertisement
Mengutip laporan Voetbal Primeur, Jumat (16/1/2026), Oosterwolde dijatuhi hukuman penjara selama satu tahun, empat bulan, dan 14 hari.
Insiden bermula saat sang pemain beserta rekan setimnya mencoba membentangkan spanduk kemenangan di markas Galatasaray, yang kemudian berujung bentrokan fisik dengan petugas keamanan stadion.
BACA JUGA
Bentrokan tersebut menyebabkan Direktur Stadion Galatasaray, Ali Çelikkıran, mengalami luka serius berupa patah tulang leher. Selain Oosterwolde, pengadilan juga menjatuhkan hukuman kepada beberapa pihak dari Fenerbahçe, termasuk dokter klub dan putra mantan pelatih Ismail Kartal.
Mengingat status hukuman ini bersifat bersyarat, Jayden Oosterwolde tidak perlu mendekam di balik jeruji besi. Ia hanya diwajibkan mematuhi syarat-syarat hukum dan tidak melakukan tindak pidana baru selama masa percobaan yang ditetapkan oleh pengadilan.
Meski tersandung kasus hukum di Turki, nama Oosterwolde tetap menjadi incaran utama PSSI untuk memperkuat lini belakang skuat Garuda. Pada Februari 2025, PSSI dikabarkan telah mengutus asisten pelatih Alex Pastoor ke Istanbul untuk melakukan pendekatan personal.
Kini, di bawah kepemimpinan pelatih baru John Herdman, spekulasi naturalisasi pemain berusia 24 tahun itu kembali menguat. Herdman secara terbuka menyatakan ketertarikannya mengeksplorasi pemain keturunan di Eropa. Kemampuan Oosterwolde yang fleksibel sebagai bek kiri, wing-back, maupun bek tengah dinilai akan menjadi aset berharga bagi pertahanan Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Akun Instagram Laras Faizati Dimusnahkan, iPhone 16 Disita Pengadilan
Advertisement
Way Kambas Tutup Sementara Wisata Alam karena Konflik Gajah Liar
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement



