PSIM Jogja Kejar 10 Besar, Van Gastel Tetap Andalkan Komposisi Terbaik
PSIM Jogja incar 10 besar Super League 2025/2026, Van Gastel tetap turunkan skuad terbaik di dua laga sisa musim.
Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel. - Harian Jogja/Ariq Fajar
Harianjogja.com, JOGJA—Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul Van Gastel menyoroti tantangan yang kerap dihadapi timnya saat berhadapan dengan lawan yang menerapkan strategi low block atau garis pertahanan rendah. Meski demikian, PSIM tetap berkomitmen menjaga identitas permainan yang selama ini dibangun.
Van Gastel menilai strategi bertahan rendah merupakan persoalan klasik dalam sepak bola modern dan tidak hanya dialami oleh PSIM. Menurutnya, bahkan tim-tim papan atas dunia pun kerap kesulitan ketika harus membongkar pertahanan rapat lawan.
“Bahkan bagi Barcelona atau Real Madrid, low block itu sulit dihadapi. Argentina hanya menang 2-0 melawan Indonesia yang bermain dengan pertahanan rendah, padahal Argentina adalah salah satu tim terbaik di dunia. Jadi ya, itu sulit,” ujar Van Gastel, Kamis (22/1/2026).
Ia menjelaskan, salah satu kunci untuk menghadapi lawan dengan pertahanan rendah adalah memiliki pemain yang unggul dalam duel satu lawan satu. Keberhasilan melewati satu pemain bertahan dapat membuka ruang dan menciptakan kelebihan jumlah pemain di area tertentu.
“Tentu saja, akan sangat membantu jika Anda memiliki pemain yang bisa menang dalam duel satu lawan satu. Karena jika Anda berhasil melewati satu lawan, maka akan terjadi kelebihan pemain dan sesuatu bisa terjadi,” katanya.
Namun, Van Gastel mengakui situasi menjadi jauh lebih rumit ketika lawan bertahan sangat dalam hingga menempatkan garis pertahanan tepat di area kotak penalti. Dalam kondisi seperti itu, ruang untuk bergerak dan berlari hampir tidak tersedia bagi pemain PSIM.
“Jika garis pertahanan mereka berada tepat di kotak penalti, tidak ada ruang untuk berlari. Pada dasarnya Anda hanya bisa melakukan tembakan. Dan sejujurnya, menembak bukanlah bagian terbaik dari permainan kami,” ucap pelatih asal Belanda tersebut.
Kendati menghadapi kesulitan dalam membongkar low block, Van Gastel menegaskan PSIM tetap berupaya menjaga konsistensi hasil pertandingan. Ia memilih bersikap realistis dengan menargetkan poin, terutama ketika kemenangan sulit diraih.
“Tapi bagaimanapun, kami tidak kalah. Bagi saya, tentu saja kami mencoba untuk menang, tetapi jika kami tidak bisa menang, kami mencoba untuk tidak kalah,” pungkas Van Gastel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League 2025/2026, Van Gastel tetap turunkan skuad terbaik di dua laga sisa musim.
OpenAI meluncurkan ChatGPT Finance yang bisa terhubung ke rekening bank dan investasi untuk analisis keuangan personal pengguna.
Ekonom UAJY menilai pelemahan rupiah tetap berdampak ke warga desa dan kritik pernyataan Prabowo soal dolar AS.
KKMP di Kota Jogja sudah produksi ribuan batik ASN dan siapkan 65.000 seragam sekolah meski belum punya gerai permanen.
Apple mulai uji produksi chip iPhone dan Mac di Intel untuk kurangi ketergantungan pada TSMC di tengah tekanan AI dan geopolitik
Tech3 resmi perpanjang kontrak jangka panjang dengan KTM demi hadapi regulasi baru MotoGP 2027. Tetap dapat pasokan motor spesifikasi pabrikan.