Advertisement

Pengaturan Skor: China Hukum Seumur Hidup 73 Pemain dan Pejabat Bola

Jumali
Jum'at, 30 Januari 2026 - 09:07 WIB
Jumali
Pengaturan Skor: China Hukum Seumur Hidup 73 Pemain dan Pejabat Bola Foto ilustrasi sepak bola dibuat oleh AI - StockCake

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA— Asosiasi Sepak Bola China (CFA) menjatuhkan hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup terhadap 73 individu, termasuk mantan pelatih Timnas China, Li Tie, menyusul skandal pengaturan skor besar-besaran.

AFP mengungkapkan, pengumuman yang dirilis pada Jumat (30/1/2026) ini merupakan bagian dari pembersihan besar-besaran terhadap praktik match-fixing, perjudian, dan suap yang telah merusak integritas liga domestik mereka.

Advertisement

Ketegasan pemerintah China ini menjadi sinyal kuat bagi dunia sepak bola internasional, termasuk menjadi pelajaran berharga bagi PSSI untuk menjaga integritas Liga 1 Indonesia.

Li Tie, yang juga mantan pemain Everton, sebelumnya telah dijatuhi hukuman penjara 20 tahun atas kasus suap, dan kini hukuman tersebut diperberat dengan larangan total dari seluruh aktivitas sepak bola. Selain Li Tie, mantan Ketua CFA Chen Xuyuan juga menerima nasib serupa dengan hukuman penjara seumur hidup plus larangan beraktivitas di dunia bola seusai terbukti menerima suap senilai 11 juta USD.

CFA menegaskan bahwa sanksi maksimal ini diberikan tanpa toleransi sedikit pun guna memulihkan martabat olahraga nasional mereka.

Dampak dari skandal ini juga memukul telak klub-klub peserta Liga Super China, di mana 11 klub dipastikan akan memulai musim kompetisi Maret 2026 dengan pengurangan poin. Klub besar seperti Tianjin Jinmen Tiger dan Shanghai Shenhua dijatuhi sanksi minus 10 poin serta denda 1 juta yuan.

Sementara itu, sang juara bertahan Shanghai Port tidak luput dari hukuman dengan pengurangan 5 poin dan denda 400 ribu yuan. Secara keseluruhan, sembilan tim lainnya akan memulai liga dengan defisit poin akibat keterlibatan dalam transaksi ilegal.

Krisis ini semakin memperburuk kondisi sepak bola Negeri Tirai Bambu seusai raksasa Guangzhou FC dinyatakan bubar pada 2025 akibat masalah finansial yang akut. Rentetan skandal ini seolah mematahkan ambisi besar Presiden Xi Jinping untuk melihat China menjadi raksasa bola dunia. Meskipun telah dilakukan penindakan massal terhadap pejabat, pemain, dan klub, Timnas China tetap gagal mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Israel Larang Salat Idulfitri di Al-Aqsa Akibat Konflik Iran

Israel Larang Salat Idulfitri di Al-Aqsa Akibat Konflik Iran

News
| Sabtu, 21 Maret 2026, 13:17 WIB

Advertisement

Batagor Yunus Bandung Jadi Buruan Pemudik Saat Lebaran

Batagor Yunus Bandung Jadi Buruan Pemudik Saat Lebaran

Wisata
| Minggu, 15 Maret 2026, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement