PSIM Jogja Akhiri Puasa Kemenangan, Van Gastel: Kami Pantas Menang
PSIM Jogja mengakhiri puasa kemenangan setelah mengalahkan Malut United 2-0. Van Gastel menyebut timnya pantas meraih tiga poin.
PSIM Jogja kalah dramatis 2-1 dari Borneo FC, namun Jean-Paul Van Gastel tetap menilai performa tim menunjukkan progres positif. /Instagram.
Harianjogja.com, JOGJA—PSIM Jogja harus pulang tanpa poin usai kalah dramatis 2-1 dari Borneo FC pada laga Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (1/2/2026) sore. Meski hasil akhir tidak berpihak, pelatih PSIM Jogja Jean-Paul Van Gastel menilai performa timnya tetap menunjukkan sejumlah perkembangan positif.
Kekalahan di Samarinda tersebut menjadi hasil negatif kedua secara beruntun bagi Laskar Mataram setelah sebelumnya takluk 0-3 dari Persebaya Surabaya di Stadion Mandala Krida. Kendati demikian, PSIM masih bertahan di peringkat ketujuh klasemen sementara Super League 2025/2026 dengan raihan 30 poin dari 19 pertandingan, unggul dua poin atas Bali United yang berada tepat di bawahnya.
Van Gastel menilai jalannya pertandingan berlangsung terbuka dengan tempo tinggi dan diwarnai banyak peluang dari kedua tim. Menurutnya, penampilan PSIM tidak jauh berbeda dibandingkan saat menghadapi Persebaya, meski kembali gagal mengamankan hasil positif.
“Hasil hari ini jelas tidak bagus bagi kami. Tapi kalau melihat jalannya laga, menurut saya ini adalah permainan yang terbuka dengan banyak peluang bagi kedua tim,” kata Van Gastel dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Ia menyebut laga di Stadion Segiri berlangsung menarik karena intensitas serangan tinggi, terutama di area kotak penalti. Secara keseluruhan, Van Gastel menilai anak asuhnya mampu bermain cukup baik meski hasil akhir tidak sesuai harapan.
“Pertandingan ini sangat menarik untuk ditonton karena banyak hal terjadi di dalam kotak penalti. Pada dasarnya, kami bermain cukup baik, mirip seperti saat melawan Persebaya, hanya saja kali ini skornya tidak berpihak pada kami,” imbuhnya.
PSIM sempat menjaga asa mencuri poin setelah Ze Valente sukses mengeksekusi penalti dan menyamakan kedudukan pada menit ke-82. Namun, harapan membawa pulang hasil imbang pupus setelah Borneo FC mencetak gol penentu kemenangan melalui Obieta pada masa injury time babak kedua.
Meski kembali menelan kekalahan, Van Gastel menegaskan dirinya tetap melihat progres dari cara bermain tim, khususnya dalam upaya membangun identitas permainan PSIM di kompetisi musim ini.
“Memang saya tidak bisa merasa puas karena kami kalah, namun cara para pemain menampilkan diri di lapangan adalah hal yang sangat positif,” katanya.
Kapten PSIM Jogja, Reva Adi Utama, juga mengakui hasil pertandingan di Samarinda tidak sesuai dengan target tim. Namun, ia meminta seluruh pemain untuk tetap menjaga motivasi karena tim masih berada dalam fase membangun sistem dan karakter permainan.
“Ya, mungkin ini bukan hasil yang kita inginkan, karena kami datang ke sini bermain untuk menang. Tapi di momen-momen ini kita sedang membangun sistem, pelatih sedang membangun identitas cara kita bermain,” ujar Reva.
Reva berharap seluruh pemain mampu tetap berpikir positif dan fokus menatap laga berikutnya agar PSIM Jogja bisa segera kembali ke jalur kemenangan dan mengamankan poin penuh.
“Jadi saya harap ini terus kita bisa berkembang, pemain bisa tetap positif. Kita menatap pertandingan berikutnya untuk bisa mendapat poin tiga,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja mengakhiri puasa kemenangan setelah mengalahkan Malut United 2-0. Van Gastel menyebut timnya pantas meraih tiga poin.
Kemenkop mempercepat operasional 37 ribu Kopdes Merah Putih dan menyiapkan Inpres untuk penguatan ekonomi desa.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 14 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
PP Tunas memungkinkan perubahan status risiko TikTok, Roblox, dan YouTube jika lolos evaluasi perlindungan anak digital.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan akan menindak tegas pengusaha tambang yang merusak lingkungan dan melanggar aturan konservasi.