Advertisement

Derbi Mataram di Bantul, Persis Solo Bertekad Keluar dari Zona Bawah

Jumali
Kamis, 05 Februari 2026 - 16:57 WIB
Jumali
Derbi Mataram di Bantul, Persis Solo Bertekad Keluar dari Zona Bawah Logo BRI Super League. / Ist

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Persis Solo membawa misi kebangkitan saat menantang PSIM Jogja dalam laga sarat gengsi Derbi Mataram di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (6/2/2026). Terpuruk di dasar klasemen, Laskar Sambernyawa menargetkan hasil maksimal demi mengangkat moral tim dan memperbaiki posisi di liga.

Pelatih Persis Solo, Milomir Šešlija, menegaskan seluruh pemain telah menutup lembaran hasil buruk sebelumnya dan kini sepenuhnya fokus menghadapi PSIM Jogja. Menurut pelatih yang akrab disapa Milo tersebut, laga derbi menjadi momentum ideal untuk memulai kebangkitan timnya.

Advertisement

Milo mengakui PSIM Jogja tetap menjadi lawan berbahaya meski tuan rumah sedang berada dalam tren yang kurang stabil. Ia menilai Laskar Mataram memiliki kualitas menyerang yang patut diwaspadai, terlebih dengan dukungan penuh suporter di stadion.

“Kami akan menghadapi tim yang sangat bagus. Mungkin belakangan hasil mereka tidak terlalu baik, tetapi bagi saya PSIM adalah salah satu tim dengan serangan terbaik. Mereka punya pemain berbahaya seperti Vidal dan Zevalente,” ujar Milo.

Ia juga menyoroti pengaruh pelatih anyar PSIM asal Belanda yang dinilai membawa karakter permainan berbeda. Oleh karena itu, Milo meminta anak asuhnya tampil disiplin, fokus, dan bekerja keras sepanjang pertandingan untuk meredam agresivitas lawan.

Di sisi lain, Persis Solo menghadapi tantangan internal berupa proses adaptasi pemain baru yang sangat singkat. Milo mengungkapkan beberapa pemain bergabung hanya dua hingga tiga hari sebelum laga Derbi Mataram digelar.

“Pemain baru datang hanya dua atau tiga hari sebelum pertandingan, jadi mereka masih butuh waktu adaptasi. Namun, kami tidak punya banyak waktu. Kami harus bekerja keras agar mereka bisa cepat menyatu dengan tim,” jelasnya seusai memimpin latihan terakhir.

Meski demikian, Milo berharap kehadiran pemain anyar dapat memberi efek instan bagi performa tim. Ia menekankan pentingnya kekompakan dan kerja kolektif agar Persis mampu mencuri poin di kandang PSIM Jogja.

Motivasi tinggi juga datang dari pemain Persis Solo, Althaf Indie. Ia menegaskan Derbi Mataram bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan pertaruhan harga diri bagi tim dan pendukung.

“Kami tahu laga besok adalah Derbi Mataram. Posisi kami ada di dasar klasemen, jadi kami harus fight untuk meraih tiga poin. Itu target utama kami,” ujar Althaf.

Dengan tekad bangkit dan tekanan besar dari rivalitas historis, Persis Solo berharap Derbi Mataram kali ini menjadi titik balik perjalanan mereka di kompetisi musim ini, sekaligus meredam euforia tuan rumah di hadapan publik Bantul.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Washington Post PHK Sepertiga Karyawan, Krisis Media di AS Kian Dalam

Washington Post PHK Sepertiga Karyawan, Krisis Media di AS Kian Dalam

News
| Kamis, 05 Februari 2026, 14:07 WIB

Advertisement

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

Wisata
| Rabu, 04 Februari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement