Advertisement

Mbappe: Prestianni Menyebut Monyet Lima Kali

Jumali
Rabu, 18 Februari 2026 - 10:27 WIB
Jumali
Mbappe: Prestianni Menyebut Monyet Lima Kali Insiden dugaan rasisme kembali mencuat dalam laga playoff Liga Champions antara Benfica dan Real Madrid, Selasa (17/2 - 2026). / AFP

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Kylian Mbappe menuding pemain Benfica, Gianluca Prestianni, melontarkan hinaan rasis kepada Vinícius Júnior dalam laga playoff Liga Champions kontra Real Madrid, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB.

Insiden tersebut membuat pertandingan di Stadion Da Luz sempat dihentikan sekitar 10 menit setelah protokol anti-rasisme UEFA diaktifkan.

Advertisement

Ketegangan bermula pada menit ke-50 seusai Vinícius Júnior mencetak gol melalui tembakan dari sudut kotak penalti memanfaatkan serangan balik cepat Mbappe. Seusai mencetak gol, Vinícius melakukan selebrasi tarian di depan tribune ultras tuan rumah yang memicu reaksi keras suporter hingga terjadi pelemparan botol ke arah lapangan.

Wasit François Letexier kemudian memberikan kartu kuning kepada Vinícius karena dinilai memprovokasi penonton. Dalam situasi panas tersebut, Gianluca Prestianni terekam kamera mendekati Vinícius sambil menutup mulut dengan jersei dan membisikkan sesuatu yang memancing emosi pemain asal Brasil itu.

“Prestianni menyebut monyet lima kali. Bagaimana bisa pemain muda memiliki perilaku seperti itu? Dia seharusnya dilarang bermain (banned) dari Liga Champions!” tegas Mbappe, dikutip dari The Guardian.

Sejumlah pemain Real Madrid seperti Aurélien Tchouaméni dan Fede Valverde ikut memberikan pembelaan. Mereka menilai gestur menutup mulut yang dilakukan Prestianni mengindikasikan adanya ucapan yang tidak pantas dan berbau rasial.

Di kubu tuan rumah, pelatih Benfica, Jose Mourinho, memiliki sudut pandang berbeda. Seusai berbicara langsung dengan Vinícius di pinggir lapangan, Mourinho tidak membenarkan tindakan rasisme, tetapi menilai selebrasi tarian yang dilakukan sang pemain berpotensi memancing emosi suporter dan pemain lawan.

Insiden ini kembali menempatkan Vinícius Júnior sebagai simbol perlawanan terhadap diskriminasi di sepak bola Eropa. Sementara itu, UEFA dikabarkan tengah melakukan investigasi melalui rekaman video serta laporan resmi pertandingan untuk menentukan langkah disipliner.

Laga leg kedua di Santiago Bernabéu pada 26 Februari mendatang diprediksi berlangsung dalam tensi tinggi. Seusai tekanan publik meningkat, banyak pihak mendesak UEFA menjatuhkan sanksi tegas agar protokol anti-rasisme benar-benar ditegakkan, bukan sekadar formalitas di atas lapangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Kasus Anak Mengakhiri Hidup Jadi Alarm Perlindungan Anak

Kasus Anak Mengakhiri Hidup Jadi Alarm Perlindungan Anak

News
| Rabu, 18 Februari 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wisata
| Senin, 16 Februari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement