Advertisement
Evaluasi Van Gastel: Disiplin Taktis Jadi Kunci PSIM Curi Poin
Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel. - Harian Jogja - Ariq Fajar
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA–Keberhasilan PSIM Jogja menahan imbang Semen Padang FC dengan 10 pemain pada laga Rabu (4/3/2026) malam memberikan sinyal kuat mengenai kematangan mentalitas Laskar Mataram.
Meski hanya membawa pulang satu poin dari Stadion GOR H. Agus Salim, daya juang yang ditunjukkan Abiyoso dan kawan-kawan menjadi bukti bahwa kerangka tim asuhan Jean-Paul Van Gastel memiliki kedisiplinan taktik yang sangat solid dalam situasi tertekan.
Advertisement
Van Gastel secara khusus menyoroti bagaimana timnya mampu melakukan transformasi instan dari gaya main terbuka menjadi pertahanan gerendel yang sangat rapat.
Kehilangan Fahreza Sudin akibat kartu merah di babak pertama memaksa tim pelatih untuk memutar otak, terutama karena absennya kreator serangan Ze Valente yang membuat lini tengah kehilangan sosok pengalir bola utama secara mendadak.
BACA JUGA
“Saya sangat bangga dengan semangat juang yang ditunjukkan para pemain. Bagi kami, hasil seri ini rasanya hampir seperti sebuah kemenangan,” tutur Van Gastel saat mengevaluasi ketangguhan mental skuadnya pascapertandingan.
Kemampuan menjaga skor kacamata 0-0 selama lebih dari 45 menit dengan minus satu pemain merupakan catatan evaluasi positif yang akan dibawa untuk mempersiapkan strategi di sisa putaran Super League 2025/2026.
Riyatno Abiyoso menyebut keberhasilan mencuri poin di Padang bukan sekadar keberuntungan, melainkan hasil dari kerja keras kolektif dalam menerjemahkan instruksi darurat pelatih di lapangan.
Winger andalan Jogja ini mengakui bahwa seluruh pemain harus melipatgandakan stamina demi menutup celah yang ditinggalkan rekan setimnya, sebuah pengorbanan yang kini membuahkan modal kepercayaan diri tinggi bagi internal tim.
Secara klasemen, tambahan satu angka ini memang masih menempatkan PSIM di peringkat kedelapan dengan koleksi 37 poin dari 24 laga.
Namun, secara psikologis, hasil ini menjadi alarm bagi pesaing di papan atas bahwa PSIM memiliki pertahanan yang sulit ditembus, bahkan ketika dalam kondisi tidak ideal, yang akan menjadi faktor penentu saat melakoni laga kandang berikutnya.
Kini fokus beralih pada pemulihan fisik pemain dan persiapan taktis tanpa Fahreza Sudin yang dipastikan absen pada pertandingan mendatang akibat sanksi larangan bermain.
Kembalinya Ze Valente diharapkan mampu mengembalikan daya gedor tim untuk memaksimalkan raihan poin penuh, guna terus merangkak naik meninggalkan papan tengah dan mengejar ketertinggalan poin dari tim-tim di zona lima besar klasemen sementara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Hindari Risiko Selat Hormuz, RI Mulai Impor Minyak Mentah dari AS
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Waspada Leptospirosis di Kota Jogja, Enam Kasus Ditemukan Awal 2026
- Terekam CCTV, Gamelan Ndalem Pujokusuman Jogja Digondol Maling
- Efisiensi Rapat, Anggaran Jalan Kulonprogo 2026 Naik Drastis
- Tiga SD di Gunungkidul Absen TKA, Ternyata Belum Miliki Siswa Kelas 6
- Embarkasi Haji YIA, Kulonprogo Siapkan Kantong Parkir dan Stand UMKM
Advertisement
Advertisement







