Bukan Sekadar Industri, Raperda Film DIY Dorong Budaya Akar Rumput
DPRD DIY godok Raperda Pengelolaan Perfilman guna hidupkan ekosistem sinema dari level kelurahan. Didukung penuh Sultan HB X demi RPJPD 2025-2045.
Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel. - Harian Jogja/Ariq Fajar
Harianjogja.com, JOGJA–Keberhasilan PSIM Jogja menahan imbang Semen Padang FC dengan 10 pemain pada laga Rabu (4/3/2026) malam memberikan sinyal kuat mengenai kematangan mentalitas Laskar Mataram.
Meski hanya membawa pulang satu poin dari Stadion GOR H. Agus Salim, daya juang yang ditunjukkan Abiyoso dan kawan-kawan menjadi bukti bahwa kerangka tim asuhan Jean-Paul Van Gastel memiliki kedisiplinan taktik yang sangat solid dalam situasi tertekan.
Van Gastel secara khusus menyoroti bagaimana timnya mampu melakukan transformasi instan dari gaya main terbuka menjadi pertahanan gerendel yang sangat rapat.
Kehilangan Fahreza Sudin akibat kartu merah di babak pertama memaksa tim pelatih untuk memutar otak, terutama karena absennya kreator serangan Ze Valente yang membuat lini tengah kehilangan sosok pengalir bola utama secara mendadak.
“Saya sangat bangga dengan semangat juang yang ditunjukkan para pemain. Bagi kami, hasil seri ini rasanya hampir seperti sebuah kemenangan,” tutur Van Gastel saat mengevaluasi ketangguhan mental skuadnya pascapertandingan.
Kemampuan menjaga skor kacamata 0-0 selama lebih dari 45 menit dengan minus satu pemain merupakan catatan evaluasi positif yang akan dibawa untuk mempersiapkan strategi di sisa putaran Super League 2025/2026.
Riyatno Abiyoso menyebut keberhasilan mencuri poin di Padang bukan sekadar keberuntungan, melainkan hasil dari kerja keras kolektif dalam menerjemahkan instruksi darurat pelatih di lapangan.
Winger andalan Jogja ini mengakui bahwa seluruh pemain harus melipatgandakan stamina demi menutup celah yang ditinggalkan rekan setimnya, sebuah pengorbanan yang kini membuahkan modal kepercayaan diri tinggi bagi internal tim.
Secara klasemen, tambahan satu angka ini memang masih menempatkan PSIM di peringkat kedelapan dengan koleksi 37 poin dari 24 laga.
Namun, secara psikologis, hasil ini menjadi alarm bagi pesaing di papan atas bahwa PSIM memiliki pertahanan yang sulit ditembus, bahkan ketika dalam kondisi tidak ideal, yang akan menjadi faktor penentu saat melakoni laga kandang berikutnya.
Kini fokus beralih pada pemulihan fisik pemain dan persiapan taktis tanpa Fahreza Sudin yang dipastikan absen pada pertandingan mendatang akibat sanksi larangan bermain.
Kembalinya Ze Valente diharapkan mampu mengembalikan daya gedor tim untuk memaksimalkan raihan poin penuh, guna terus merangkak naik meninggalkan papan tengah dan mengejar ketertinggalan poin dari tim-tim di zona lima besar klasemen sementara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY godok Raperda Pengelolaan Perfilman guna hidupkan ekosistem sinema dari level kelurahan. Didukung penuh Sultan HB X demi RPJPD 2025-2045.
Kemenekraf dorong tata kelola AI untuk ekonomi kreatif, lindungi kreator, dan tingkatkan inovasi industri digital Indonesia.
Jadwal KRL Solo–Jogja 6 Juni 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Tarif Rp8.000, solusi transportasi cepat dan hemat.
HKTI menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tingkatkan gizi masyarakat, serap hasil petani, dan dorong ekonomi daerah.
Jadwal KRL Jogja-Solo 6 Juni 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Tarif Rp8.000, solusi transportasi cepat dan hemat.
BPOM pantau 263 ribu tautan kosmetik ilegal. Ribuan produk di-blacklist, mayoritas berasal dari luar negeri.