Advertisement

CAS Ringankan Hukuman 7 Pemain Naturalisasi Malaysia

Jumali
Kamis, 05 Maret 2026 - 22:17 WIB
Jumali
CAS Ringankan Hukuman 7 Pemain Naturalisasi Malaysia Foto ilustrasi sepak bola. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Pengadilan Arbitrase Olahraga atau Court of Arbitration for Sport (CAS) resmi merilis putusan banding terkait kasus pemalsuan dokumen yang menyeret tujuh pemain naturalisasi Malaysia national football team.

Keputusan ini membawa kabar baik bagi para pemain yang terlibat, namun menjadi pukulan bagi Football Association of Malaysia yang gagal mendapatkan keringanan sanksi.

Advertisement

Kasus skandal naturalisasi tersebut mencuat sejak 2025 dan melibatkan tujuh pemain, yakni Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.

Ketujuh pemain tersebut dinyatakan tidak memiliki pertalian darah dengan Malaysia sehingga proses perpindahan kewarganegaraan mereka dinilai cacat hukum oleh FIFA.

Pemain Diizinkan Kembali ke Klub

Sebelumnya, FIFA menjatuhkan sanksi disiplin berat kepada para pemain. Masing-masing dikenai denda 2.000 franc Swiss (sekitar Rp43 juta) serta larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan.

Merasa hukuman tersebut terlalu berat, para pemain mengajukan banding ke CAS dengan alasan bahwa mereka tidak memiliki peran sentral dalam proses administrasi dokumen yang dipalsukan.

Melansir laporan media The Star, Kamis (5/3/2026), sidang yang digelar di Lausanne pada 26 Februari lalu memberikan sedikit kelonggaran bagi para pemain.

Meski tindakan pemalsuan dokumen dinyatakan terbukti secara hukum, CAS memutuskan untuk meringankan jenis hukuman yang dijatuhkan.

Larangan bertanding selama satu tahun tetap berlaku. Namun, seusai putusan terbaru, para pemain diperbolehkan kembali berlatih serta berpartisipasi dalam kegiatan internal di level klub masing-masing.

Dengan demikian, karier mereka di klub masih dapat berlanjut meski tetap dilarang memperkuat tim nasional hingga masa hukuman selesai.

FAM Tetap Didenda

Nasib berbeda justru dialami oleh FAM. Dalam permohonan banding terpisah, CAS secara tegas menolak argumen federasi sepak bola Malaysia tersebut.

FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 franc Swiss atau sekitar Rp7,5 miliar akibat kelalaian dalam memverifikasi dokumen pemain naturalisasi.

Upaya FAM untuk menegosiasikan denda agar turun menjadi 50.000 franc Swiss (sekitar Rp1,08 miliar) juga tidak dikabulkan.

CAS memilih menguatkan sanksi awal dari FIFA sebagai bentuk ketegasan terhadap integritas regulasi pemain internasional.

Keputusan final ini menjadi pukulan bagi pengelolaan sepak bola Malaysia. Kegagalan banding tersebut tidak hanya berdampak pada keuangan federasi, tetapi juga mencoreng reputasi sepak bola negara tersebut di tingkat internasional setelah terbukti terjadi manipulasi identitas pemain dalam proses naturalisasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Tegangan Iran-Israel Memanas, China Utus Diplomat Senior

Tegangan Iran-Israel Memanas, China Utus Diplomat Senior

News
| Kamis, 05 Maret 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Catat! Ini Daftar Hari Libur dan Hari Besar April 2026

Catat! Ini Daftar Hari Libur dan Hari Besar April 2026

Wisata
| Kamis, 05 Maret 2026, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement