Advertisement

PBSI Evaluasi Kegagalan Tim Bulu Tangkis Indonesia di All England 2026

Newswire
Senin, 09 Maret 2026 - 18:07 WIB
Maya Herawati
PBSI Evaluasi Kegagalan Tim Bulu Tangkis Indonesia di All England 2026 Ilustrasi bulutangkis. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA–Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mengevaluasi tim bulu tangkis Indonesia setelah gagal memenuhi target gelar pada ajang All England 2026. Target satu gelar juara dipastikan meleset setelah seluruh wakil Indonesia terhenti di lima sektor.

Kabid Binpres PP PBSI, Eng Hian, menyatakan pihaknya berkomitmen mencari metode pembinaan yang lebih efektif. Hal ini merespons performa tim yang dinilai kurang maksimal pada turnamen bergengsi tersebut.

Advertisement

"Evaluasi ini akan kami lakukan secara komprehensif bersama tim pelatih dan tim pendukung di pelatnas untuk melihat apa saja yang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan agar ke depan para atlet bisa tampil lebih maksimal dan stabil di turnamen besar," ujar Eng Hian dalam keterangan resmi, Senin (9/3/2026).

Ia menambahkan bahwa PBSI akan terus berupaya mengoptimalkan potensi atlet agar mampu bersaing secara konsisten di level tertinggi dunia.

Langkah wakil Indonesia paling jauh pada turnamen BWF Super 1000 ini dicatatkan oleh ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin yang melaju hingga babak semifinal.

Sementara itu, pada empat sektor lainnya yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran, langkah wakil Merah Putih harus terhenti sejak babak perempat final.

Eng Hian menyadari besarnya harapan masyarakat terhadap prestasi bulu tangkis nasional. Ia pun menyampaikan permohonan maaf atas kegagalan tim di Birmingham.

"Kami memahami harapan masyarakat Indonesia terhadap bulu tangkis sangat besar, terlebih di turnamen seperti All England. Untuk itu, kami menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat memenuhi target yang telah ditetapkan," tuturnya.

Setelah rangkaian di Birmingham berakhir, tim Indonesia akan melanjutkan tur Eropa dengan mengikuti Swiss Open yang merupakan bagian dari kalender BWF World Tour.

Turnamen ini diharapkan menjadi momentum bagi para atlet untuk memulihkan performa terbaik sekaligus membawa pulang prestasi bagi Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Menlu Turki Sebut Israel Jadi Ancaman Global, Ini Alasannya

Menlu Turki Sebut Israel Jadi Ancaman Global, Ini Alasannya

News
| Sabtu, 25 April 2026, 19:47 WIB

Advertisement

Libur Iduladha 2026 Bisa Jadi 6 Hari

Libur Iduladha 2026 Bisa Jadi 6 Hari

Wisata
| Jum'at, 24 April 2026, 12:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement