BRIN Gandeng UGM dan UPN Dalami Penyebab Kemunculan Api di Seyegan
BRIN menyelidiki fenomena api misterius di Seyegan dengan metode kromatografi gas. Peneliti akan menguji kandungan gas hidrogen dan metana untuk mengungkap.
Pelatih Kepala PSS Sleman, Ansyari Lubis (tengah) dalam Pre Match Press Conference pada Minggu (16/11/2025)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN— Laga tandang PSS Sleman ke markas Persiba Balikpapan diprediksi berlangsung ketat, dengan tekanan tinggi dari tuan rumah yang tengah berjuang keluar dari zona degradasi. Situasi ini menjadi perhatian serius tim tamu yang juga mengincar poin penting demi menjaga peluang promosi.
Pertandingan yang digelar akhir pekan ini, Minggu (26/4/2026), mempertemukan dua tim dengan kepentingan berbeda. Persiba datang dengan motivasi bertahan di kompetisi, sementara PSS mengincar hasil maksimal untuk mengamankan posisi menuju Liga 1.
Pelatih Ansyari Lubis menilai perubahan signifikan terjadi pada kubu lawan sejak ditangani Leo Tupamahu. Ia menyebut Persiba kini tampil lebih militan, terutama dalam aspek kerja keras dan disiplin permainan.
“Ya yang pasti kami tahu di bawah kepemimpinan Coach Leo, mereka menampilkan permainan yang militan. Itu yang harus kami antisipasi, karena mereka juga mau keluar dari zona degradasi,” ujar Ansyari saat ditemui di Lapangan Pakembinangun, Kamis (23/4/2026).
Catatan pertandingan terakhir memperlihatkan pertahanan Persiba cukup solid. Dalam tujuh laga terakhir, tim berjuluk Beruang Madu mencatat empat hasil imbang dan tiga kekalahan. Bahkan pada pertandingan terakhir, mereka mampu menahan imbang Barito Putera.
Menghadapi kondisi tersebut, Ansyari meminta anak asuhnya tampil dengan motivasi lebih tinggi dibandingkan lawan. Ia menegaskan, jika Persiba bermain dengan intensitas tinggi, maka PSS harus mampu melampaui itu.
“Jadi kita berharap ketika mereka dengan motivasi dan intensitas yang tinggi, kita juga harus lebih dari mereka,” katanya.
Selain soal mental bertanding, strategi permainan juga menjadi perhatian. Ansyari ingin timnya tampil menekan sejak awal, bukan justru berada dalam tekanan lawan sepanjang pertandingan.
“Kita jangan mau ditekan, harus kita yang menekan mereka,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kerja keras kolektif, terutama saat kehilangan penguasaan bola. Menurutnya, respons cepat untuk merebut kembali bola menjadi salah satu kunci agar permainan tetap terkendali.
“Semua pemain harus mau berkorban. Ketika kita tidak dengan bola, kita harus sama-sama untuk secepatnya merebut bola,” ujarnya.
Dengan situasi yang saling mendesak, pertandingan ini diprediksi berjalan sengit. Tekanan dari tuan rumah dan ambisi promosi dari tim tamu membuat duel ini bukan sekadar laga biasa, melainkan penentu arah perjalanan kedua tim di akhir musim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BRIN menyelidiki fenomena api misterius di Seyegan dengan metode kromatografi gas. Peneliti akan menguji kandungan gas hidrogen dan metana untuk mengungkap.
Sedikitnya 12 kapanewon di Gunungkidul rawan kekeringan di musim kemarau tahun ini. Upaya droping sudah dipersiapkan untuk membantu warga yang kesulitan air.
Qodari tegaskan dialog kunci demokrasi usai aksi mahasiswa UGM, sekaligus bela program MBG sebagai mandat rakyat.
Bareskrim Polri menahan dua tersangka baru kasus tambang emas ilegal dan TPPU. Simak perkembangan lengkapnya.
Pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan karena merupakan mandat rakyat kepada Presiden Prabowo.
Insentif guru madrasah non-ASN mulai cair akhir Juni 2026 sebesar Rp1,5 juta. Simak detail lengkapnya di sini.