Advertisement

Iran Klaim Hancurkan Radar THAAD, AS Pindahkan dari Korsel

Jumali
Rabu, 11 Maret 2026 - 10:07 WIB
Jumali
Iran Klaim Hancurkan Radar THAAD, AS Pindahkan dari Korsel Ilustrasi rudal ./ Frepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Ketegangan di Timur Tengah terus meningkat setelah Iran mengklaim telah menghancurkan sejumlah radar sistem pertahanan udara milik Amerika Serikat.

Advertisement

Menyusul serangan tersebut, Washington dilaporkan memindahkan sebagian sistem pertahanan canggih Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dari Korea Selatan ke kawasan Timur Tengah.

Langkah tersebut memicu kekhawatiran di Seoul karena dikhawatirkan dapat membuka celah keamanan terhadap ancaman dari Korea Utara.

Mengutip laporan Newsweek, Rabu (11/3/2026), sebagian komponen sistem THAAD yang sebelumnya ditempatkan di Semenanjung Korea telah dipindahkan oleh pasukan Amerika Serikat.

"Pasukan AS yang ditempatkan di Korsel telah memindahkan sebagian dari sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dari semenanjung tersebut," tulis Newsweek.

Selain itu, Pentagon juga dilaporkan menarik sejumlah rudal pencegat untuk sistem pertahanan udara MIM‑104 Patriot dari beberapa wilayah lain, termasuk kawasan Indo-Pasifik.

Iran Klaim Hantam Empat Radar THAAD

Militer Iran menyatakan telah menyerang sedikitnya empat radar THAAD yang ditempatkan di sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Salah satu target yang disebutkan adalah Muwaffaq Salti Air Base di Yordania.

Seorang pejabat Amerika Serikat yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada The Wall Street Journal bahwa Washington kini berupaya mengganti radar THAAD yang mengalami kerusakan akibat serangan drone di wilayah Yordania.

Sistem THAAD sendiri dikenal sebagai salah satu pertahanan utama untuk mencegat rudal balistik jarak menengah hingga jarak jauh. Sistem ini bekerja dengan menghantam rudal yang masuk pada fase akhir lintasan penerbangannya dengan kecepatan tinggi.

Setiap baterai THAAD terdiri dari sejumlah komponen penting, termasuk radar berdaya tinggi yang berfungsi mendeteksi serta melacak ancaman rudal.

Korea Selatan Khawatir Celah Pertahanan

Di tengah perkembangan tersebut, Presiden Lee Jae-myung menyatakan bahwa pemerintah Seoul telah menyampaikan keberatan atas pemindahan sebagian sistem pertahanan udara Amerika Serikat dari Semenanjung Korea.

Menurut Lee, langkah itu dikhawatirkan dapat dimanfaatkan oleh Korea Utara untuk meningkatkan tekanan militer terhadap Korea Selatan.

"Namun, tergantung pada bagaimana situasi berkembang, USFK (Pasukan AS di Korea) mungkin akan mengirimkan beberapa sistem pertahanan udara ke luar negeri sesuai dengan kebutuhan militernya sendiri," kata Lee dalam pernyataan yang dikutip media domestik pada Selasa.

Lee tidak secara langsung mengonfirmasi bahwa sebagian baterai THAAD telah dipindahkan dari Korea Selatan. Ia hanya menegaskan bahwa sistem pertahanan Seoul terhadap Korea Utara masih dalam kondisi kuat.

"Meskipun kami telah menyatakan penentangan, kenyataannya adalah kami tidak dapat sepenuhnya memaksakan posisi kami," kata Lee, seperti dilaporkan Yonhap News Agency.

Amerika Serikat saat ini menempatkan hampir 30.000 personel militer di Korea Selatan sebagai bagian dari aliansi pertahanan kedua negara.

Seoul sangat bergantung pada dukungan militer Washington untuk menghadapi potensi ancaman dari Pyongyang. Secara teknis, Korea Selatan dan Korea Utara masih berada dalam kondisi perang setelah konflik Korean War berakhir dengan perjanjian gencatan senjata pada 1953, bukan perjanjian damai permanen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Israel Beli 5.000 Bom Pintar Boeing, Pengiriman Mulai 2029

Israel Beli 5.000 Bom Pintar Boeing, Pengiriman Mulai 2029

News
| Rabu, 11 Maret 2026, 09:47 WIB

Advertisement

Catat! Ini Daftar Hari Libur dan Hari Besar April 2026

Catat! Ini Daftar Hari Libur dan Hari Besar April 2026

Wisata
| Kamis, 05 Maret 2026, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement