Advertisement
Gol Cepat Lulinha Bikin GBT Sunyi, Persebaya Tertekan
Persebaya vs Madura United - Instagram: Persebaya
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA--Gol cepat Lulinha membuat suasana Stadion Gelora Bung Tomo mendadak hening. Persebaya yang tampil dominan justru tertinggal, memicu tekanan besar dari Bonek yang menuntut kemenangan.
Hingga akhir babak pertama laga pekan ke-28 Super League 2025/2026, Jumat (17/4/2026) petang, Bajul Ijo belum mampu membalas keunggulan Madura United yang memimpin 0-1.
Advertisement
Gol tersebut berawal dari umpan matang Ruxi yang berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh kapten Madura United. Sepakan Lulinha tak mampu dibendung kiper Persebaya, membuat tim tamu unggul lebih dulu.
Kondisi ini menjadi pukulan bagi Persebaya yang sebenarnya tampil cukup dominan sejak awal pertandingan. Mereka lebih sering menguasai bola dan mencoba membangun serangan dari berbagai sisi.
BACA JUGA
Namun, masalah utama kembali muncul di lini depan. Sejumlah peluang yang didapat gagal dikonversi menjadi gol, sehingga dominasi tidak berbuah hasil di papan skor.
Sebaliknya, Madura United justru tampil lebih efektif. Mengandalkan serangan cepat, duet Lulinha dan Junior Brandao mampu memanfaatkan celah di lini pertahanan Persebaya yang dikawal Arief Catur dan Jefferson Silva.
Tekanan tidak hanya datang dari dalam lapangan, tetapi juga dari tribun penonton. Sebelum laga dimulai, Bonek sudah memberikan tuntutan tegas agar Persebaya meraih kemenangan.
Desakan itu muncul setelah kekalahan telak 0-3 dari Persija Jakarta di laga sebelumnya. Para suporter bahkan menyuarakan kritik melalui media sosial hingga mendatangi sesi latihan tim.
Setelah tertinggal, Persebaya mencoba meningkatkan intensitas serangan. Permainan menjadi lebih terbuka dengan kedua tim saling bertukar peluang.
Meski begitu, disiplin lini belakang Madura United membuat upaya Persebaya kerap terhenti sebelum mencapai peluang berbahaya. Tim tamu juga tidak gegabah dan memilih menjaga keunggulan.
Hingga peluit panjang babak pertama dibunyikan, skor 0-1 tetap bertahan untuk keunggulan Madura United. Situasi ini membuat tekanan terhadap Persebaya semakin besar menjelang babak kedua.
Kondisi skuad yang belum sepenuhnya ideal turut memengaruhi performa tim. Beberapa pemain kunci masih dalam pemulihan cedera, sehingga pelatih Bernardo Tavares harus melakukan rotasi.
Perubahan komposisi pemain tersebut belum memberikan dampak signifikan di babak pertama. Persebaya masih kesulitan menemukan penyelesaian akhir yang efektif.
Di sisi lain, Madura United datang dengan motivasi tinggi untuk keluar dari zona bawah klasemen. Tambahan poin menjadi sangat penting bagi mereka untuk memperbaiki posisi.
Babak kedua menjadi penentuan. Persebaya dituntut bangkit untuk menghindari hasil buruk di kandang sendiri, sementara Madura United berusaha mempertahankan keunggulan yang sudah diraih.
Hasil akhir pertandingan ini tidak hanya menentukan posisi di klasemen, tetapi juga berpengaruh pada kepercayaan suporter yang kini menanti respons nyata dari tim kesayangannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Motor Tanpa Plat, Pelajar di Gunungkidul Dihukum Push Up
- Ribuan Pil Sapi Disita di Bantul, Tiga Orang Ditangkap
- 5 Proyek Rp17 Miliar di Gunungkidul Disiapkan, Lelang Masih Tertahan
- Pemadaman Listrik Jogja 17 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Jadwal KRL Solo-Jogja 17 April 2026, Cek Jam Berangkat Terbaru
Advertisement
Advertisement






