KPK Bongkar Kode Malaikat dalam Kasus Korupsi Imigrasi
KPK mengungkap kode "malaikat" dan grup band dalam dugaan pembagian uang hasil pemerasan pengurusan KITAP dan KITAS di Imigrasi.
Tendangan Kungfu pemain Bhayangkara FC. /Instagram.
Harianjogja.com, SEMARANG—Keributan sengit pecah usai peluit panjang dibunyikan di laga EPA U20 antara Dewa United Development lawan Bhayangkara Youth di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4). Dewa United kini geram berat dan desak sanksi tegas untuk semua pelaku.
Klub asal Banten itu menang 2-1. Namun, suasana panas meledak jadi dorong-dorongan antarpemain kedua kubu.
Beberapa atlet bahkan lakukan tendangan berbahaya ke arah pemain Dewa United. Situasi kondusif langsung buyar.
Presiden Dewa United Ardian Satya Negara kecam keras aksi ini. "Kami mengecam keras insiden kekerasan yang terjadi di Semarang. Tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan, terlebih terjadi pada kompetisi usia muda yang seharusnya menjunjung tinggi nilai sportivitas dan pembinaan," ujar Ardian, dikutip dari pernyataan resmi Dewa United yang diterima di Jakarta, Senin.
Dia soroti dugaan keterlibatan pelatih sebagai panutan. "Kami sangat menyayangkan adanya tindakan kekerasan. Apalagi itu dilakukan oleh pemain maupun pihak pelatih yang seharusnya menjadi panutan dan mampu menjaga situasi tetap kondusif," kata dia.
Manajemen tak tinggal diam. Mereka luncurkan protes resmi ke operator liga. Ardian pastikan langkah konkret diambil.
"Manajemen Dewa United melayangkan protes resmi kepada operator liga serta mendorong adanya investigasi dan sanksi tegas. Selain itu, kami juga akan menempuh jalur hukum terhadap seluruh pihak yang terbukti terlibat dalam tindakan kekerasan ini," tutur dia.
Pihak Dewa United ingatkan soal masa depan sepak bola muda. "Sepak bola Indonesia, khususnya di level akar rumput, sedang berkembang ke arah yang lebih baik. Karena itu, kami menegaskan bahwa insiden seperti ini tidak boleh terulang dan harus menjadi pelajaran serius bagi semua pihak," ujar dia.
Klub tekankan tak toleransi kekerasan di level usia muda. Respons ini harap cegah kejadian serupa di masa depan.
Sebelumnya pemain Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto Hengga, resmi dikeluarkan dari skuad Timnas Indonesia U-20 setelah insiden pelanggaran keras yang terjadi dalam pertandingan melawan Dewa United U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026).
Insiden tersebut terjadi ketika pertandingan berlangsung panas dan diwarnai friksi antara pemain serta ofisial di pinggir lapangan. Dalam situasi tersebut, Fadly Alberto Hengga melancarkan tendangan yang dinilai tidak sportif terhadap pemain lawan.
Tindakan tersebut langsung mendapat perhatian serius dari Badan Tim Nasional (BTN) yang kemudian mengambil keputusan tegas untuk mencoret sang pemain dari skuad Garuda Nusantara tanpa menunggu waktu lama.
Ketua BTN, Sumardji, menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil sebagai bentuk penegakan disiplin dalam pembinaan pemain muda yang berada di level tim nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK mengungkap kode "malaikat" dan grup band dalam dugaan pembagian uang hasil pemerasan pengurusan KITAP dan KITAS di Imigrasi.
Wuling belum umumkan harga baterai Eksion karena konsumen masih dilindungi garansi hingga seumur hidup untuk pembeli pertama.
PSIM Jogja resmi memperpanjang kontrak Cahya Supriadi usai tampil impresif dengan 107 penyelamatan di musim 2025/2026.
Panen kopi Temanggung 2026 turun hingga 60 persen akibat cuaca ekstrem saat pembungaan. Meski produksi menurun, harga cherry arabika naik hingga Rp22.000 per k
NIK tidak terdaftar saat cek PIP 2026? Simak penyebab, cara mengatasi, serta langkah yang harus dilakukan orang tua agar bantuan pendidikan tetap bisa diproses.
Pengadaan motor listrik untuk program MBG menjadi sorotan setelah harga Emmo JVX GT dan JVH Max mencapai hampir Rp50 juta per unit. Berikut spesifikasi dan perb