Advertisement
MotoGP Kejar F1, Radio Helm Mulai Diuji di Jerez
Foto ilustrasi Motogp. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pengembangan teknologi komunikasi di MotoGP kembali menjadi sorotan setelah sistem radio helm generasi terbaru diuji langsung oleh juara dunia 2021, Fabio Quartararo, di Sirkuit Jerez, Spanyol, pekan ini. Uji coba ini menjadi salah satu langkah penting dalam peningkatan standar keselamatan pembalap di lintasan balap motor paling bergengsi di dunia.
Dalam sesi tersebut, Quartararo tercatat sebagai pembalap pertama yang merasakan langsung sistem komunikasi in-helmet terbaru yang tengah dikembangkan oleh penyelenggara MotoGP. Meski telah menunjukkan kemajuan dibandingkan versi sebelumnya, pembalap asal Prancis itu mengakui masih ada kendala terutama pada kejernihan suara yang diterima.
Advertisement
"Saya bisa mendengar, tapi belum terlalu jelas. Sejujurnya, mereka telah membuat langkah besar," ungkap Quartararo sebagaimana dikutip dari Crash.net, Jumat (1/5/2026).
Teknologi ini dirancang untuk memberikan peringatan cepat kepada pembalap dalam situasi kritis di lintasan, seperti munculnya bendera kuning, perubahan cuaca mendadak, hingga kondisi trek yang menjadi licin. Sistem akan mengirimkan sinyal otomatis agar pembalap bisa segera mengantisipasi risiko saat melaju dengan kecepatan tinggi.
BACA JUGA
Setelah pengujian di Jerez, sistem ini dijadwalkan kembali diuji di Sirkuit Barcelona pada bulan berikutnya. Berbeda dengan teknologi bone conduction yang sebelumnya sempat dikritik karena dianggap kurang nyaman oleh Johann Zarco, versi terbaru ini menggunakan sistem in-ear yang menyampaikan suara langsung ke dalam telinga pembalap.
Chief Sporting Officer Dorna Sports, Carlos Ezpeleta, menjelaskan bahwa sistem ini juga akan terintegrasi dengan teknologi GPS modern. Nantinya, perangkat akan memberikan peringatan berbasis lokasi secara otomatis ketika pembalap mendekati area berbahaya di lintasan.
"Idenya adalah sistem ini ditandai secara GPS. Jadi, jika Anda mendekati area dengan bendera kuning, hujan, atau permukaan licin, sistem akan memperingatkan pembalap di trek lurus sebelum memasuki sektor tersebut," jelas Ezpeleta.
Dari sisi pengembangan, MotoGP masih berada pada tahap adaptasi karena tantangan teknis yang lebih kompleks dibandingkan Formula 1 (F1). Faktor seperti kebisingan angin pada kecepatan lebih dari 350 km/jam, pergerakan tubuh pembalap yang sangat dinamis, serta kebutuhan fokus penuh membuat implementasi komunikasi dua arah menjadi lebih sulit diterapkan.
Saat ini, sistem komunikasi di MotoGP masih difokuskan pada komunikasi satu arah demi menjaga konsentrasi pembalap. Dorna Sports menegaskan bahwa prioritas utama dari inovasi ini adalah keselamatan, bukan untuk strategi balap yang kompleks seperti di F1. Namun, pengembangan ke arah komunikasi dua arah tetap terbuka di masa depan seiring kemajuan teknologi yang digunakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Thailand Bakal Hapus Bebas Visa, Turis Wajib Verifikasi Saldo Keuangan
Advertisement
Berita Populer
- MayDay 2026, Bupati Sleman Gelar Dialog dengan Serikat Buruh
- Pameran Seni Sesa Bhaga Jogja, Angkat Isu Lingkungan di Ruang Unik
- Daftar KA Tambahan Jogja untuk Libur Panjang Mei, Cek di Sini
- Jadwal KRL Jogja-Solo 1 Mei 2026 Lengkap Tugu-Palur
- Sultan HB X: Investor Wajib Jaga Alam Jogja, Jangan Merusak
Advertisement
Advertisement







