Industri Kulit DIY Bidik Peluang dari Tren Wisata Wellness
Wisata wellness dinilai membuka peluang baru bagi industri kulit DIY. Pelaku usaha didorong menjual pengalaman, bukan sekadar produk, untuk menarik wisatawan.
Suasana pembukaan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Sleman 2026, Sabtu (2/5/2026). Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN — Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Sleman resmi menggelar Pekan Olahraga Kabupaten Sleman 2026 pada 2–11 Mei 2026. Ajang olahraga tingkat kabupaten ini diikuti sekitar 1.390 atlet dan melibatkan kurang lebih 200 pelatih dari berbagai kapanewon di Sleman.
Ketua Umum KONI Sleman, Haris Sutarta, menjelaskan bahwa Porkab tahun ini mempertandingkan sembilan cabang olahraga yang tersebar di sejumlah venue. Selain menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman, ajang ini juga difokuskan sebagai sarana penjaringan atlet potensial untuk menghadapi Pekan Olahraga Daerah DIY XVIII 2027.
“Porkab ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga langkah awal pembinaan atlet menuju Porda 2027. Kami ingin memastikan Sleman memiliki talenta terbaik yang siap bersaing di tingkat daerah,” ujar Haris, Sabtu (2/5/2026).
Sejumlah venue digunakan untuk mendukung jalannya pertandingan, antara lain GOR Pangukan, GOR Tridadi, rumah dinas bupati, Aula Bappeda, serta GOR di Kalurahan Donokerto dan Condongcatur. Penyebaran lokasi ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak partisipasi masyarakat sekaligus memaksimalkan fasilitas olahraga yang ada.
Haris menambahkan, cabang olahraga unggulan seperti atletik dan renang menjadi perhatian khusus dalam Porkab kali ini. Evaluasi dari hasil kompetisi akan menjadi dasar dalam menyusun strategi pembinaan dan penentuan target medali pada Porda mendatang.
Sementara itu, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mengapresiasi penyelenggaraan Porkab sebagai momentum penting untuk memperkuat budaya olahraga di tengah masyarakat. Ia menilai ajang ini tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga membangun karakter generasi muda.
Menurut Danang, tema Hari Jadi Sleman ke-110, “Ngendong, Mikul, Mureh Rahayuning Sleman”, selaras dengan nilai-nilai olahraga yang menjunjung tinggi kebersamaan, tanggung jawab, dan sportivitas.
“Porkab ini menjadi ruang bagi atlet muda untuk berkembang sekaligus menanamkan nilai fair play dan semangat kebersamaan,” ujarnya saat membuka acara di Lapangan Pemda Sleman.
Ia juga mendorong masyarakat untuk terus aktif berolahraga sebagai bagian dari upaya menciptakan Sleman yang sehat dan berdaya saing. Menurutnya, olahraga bukan hanya soal prestasi, tetapi juga investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.
Dengan partisipasi ribuan atlet dan dukungan berbagai pihak, Porkab Sleman 2026 diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit unggul yang siap mengharumkan nama daerah pada ajang yang lebih tinggi, sekaligus memperkuat ekosistem olahraga yang berkelanjutan di Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wisata wellness dinilai membuka peluang baru bagi industri kulit DIY. Pelaku usaha didorong menjual pengalaman, bukan sekadar produk, untuk menarik wisatawan.
Lionel Messi menyamai rekor gol Miroslav Klose di Piala Dunia 2026. Prestasi itu memicu gelombang komentar di akun Instagram Cristiano Ronaldo.
Terlalu lama menatap layar gadget dapat menyebabkan mata lelah, kering, hingga meningkatkan risiko rabun jauh. Kenali gejalanya dan cara mencegahnya.
Teardown iFixit mengungkap Trump T1 Phone memiliki kesamaan hampir identik dengan HTC U24 Pro. Klaim "Proudly American" pun menjadi sorotan.
Uzbekistan menjalani debut bersejarah di Piala Dunia 2026 saat menghadapi Kolombia. Los Cafeteros lebih diunggulkan membuka turnamen dengan kemenangan.
Kesbangpol Kulonprogo menilai budaya patriarki dan minimnya pendidikan politik menjadi penyebab hanya tiga perempuan menjabat lurah dari 87 kalurahan.