McLaren Tegaskan Tak Takut Kehilangan Piastri dan Norris
McLaren tanggapi rumor Piastri dan Norris di F1 2026, Zak Brown sebut semua tim ingin keduanya di tengah isu Red Bull.
PT PSIM Jaya Yogyakarta / Twitter : Brajamusti_YK
Harianjogja.com, JOGJA - Kejutan dilakukan oleh PSIM Jogja memasuki putaran kedua Liga 2 2019.
Setelah mencoret 11 pemain lama, PSIM menyatakan telah mendapatkan tanda tangan dari Witan Sulaeman.
Pemain yang masih aktif di Timnas kelompok umur ini sempat dikabarkan akan membela klub di Eropa, ternyata memilih bergabung dengan PSIM Jogja.
Penandatanganan kontrak antara PSIM dan Witan sendiri terjadi di Jakarta, dengan Witan bertemu CEO dari PSIM, Bambang Susanto.
"Manajemen PSIM sudah berhasil melakukan negosiasi dengan salah satu klub Eropa yang akan dibela Witan Sulaeman, saat berusia 18 tahun nanti," tulis akun instagram resmi PSIM Jogja @PSIMJogja_official, Sabtu (17/8/2019) petang.
"Demi kepentingan timnas Indonesia pada SEA Games nanti, Witan diharapkan bisa menimba pengalaman melalui kompetisi profesional Indonesia dan setiap saat siap membela timnas," lanjut akun tersebut.
"PSIM dengan bangga mengumumkan telah menjadi destinasi yang dipercaya untuk Witan. Selamat datang Witan Sulaeman di Laskar Mataram, ayo bawa klub ini ke Liga 1," tutup akun tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
McLaren tanggapi rumor Piastri dan Norris di F1 2026, Zak Brown sebut semua tim ingin keduanya di tengah isu Red Bull.
Pertamina memastikan isu larangan Pertalite untuk merek kendaraan tertentu mulai 1 Juni 2026 adalah hoaks dan tidak benar.
Kemenhub memperketat ramp check bus AKAP jelang libur Iduladha 2026 untuk memastikan keselamatan perjalanan masyarakat.
Ditjenpas memindahkan 80 napi high risk ke Nusakambangan selama Mei 2026 untuk memperkuat keamanan dan pembinaan lapas.
Kasus kekerasan seksual UPN Veteran Yogyakarta memasuki tahap sanksi. Lima dosen dinonaktifkan sementara oleh kampus.
BMKG memprediksi hujan lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah hingga akhir Mei 2026.