Puluhan Obat Bahan Alam Tercemar BKO BPOM Ungkap Risiko Serius
BPOM temukan 22 obat herbal mengandung bahan kimia obat berbahaya, mayoritas produk stamina pria ilegal dan berisiko kesehatan serius.
Sidik Saimima (kiri), Kushedya Hari Yudo (tengah), dan Yevhen Bokhashvili (kiri), merayakan kemenangan PSS atas PSM./Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, JOGJA—Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro tak menyangka anak asuhnya bisa membalikkan keadaan dan menundukkan PSM Makassar 3-2 pada pertandingan pekan ke-16 Liga 2 2019 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (22/8/2019). Seto mengira timnya bakal kalah karena di babak pertama sudah tertinggal 0-2 lewat gol Eeron Markkanen dan Zulham Zamrun.
“Kami beruntung dan bersyukur. Kami tidak menyangka bisa meraih hasil ini karena kami sempat tertinggal di babak pertama. Berpikir bisa seri saja susah,” katanya seusai pertandingan.
Seto membuat keputusan penting saat turun minum dengan menarik Dave Mustaine yang kurang efektif dan memasukkan Sidik Saimima. Permainan Super Elang Jawa pun menjadi lebih bertenaga. Perbedaan kualitas PSS sangat mencolok di babak pertama dan kedua. Sebelum paruh permainan, PSS sepuluh percobaan tembakan dan hanya tiga yang akurat. Setelah istirahat, Super Elang Jawa melepas 12 percobaan tembakan, empat di antaranya akurat dan tiga berbuah gol: dua dari kaki Brian Ferreira dan satu dari kaki Kushedya Hari Yudo.
Namun, Seto tak ingin menonjolkan keputusan tepatnya mengganti pemain.
“Kemenangan ini bukan karena taktik dan stretegi, tetapi karena kemauan dari pemain. Saya salut dengan pemain. Mereka tampil ngotot dan tidak mau kalah. Mental ini harus kami bawa ke pertandingan selanjutnya,” lanjut Seto.
Menurut Seto, kegigihan dan kerja keras mampu mengimbangi kualitas pemain PSM yang lebih unggul.
“Kami kalah baik dalam kualitas permainan dan individu.Tapi, para pemain mau dan punya keinginan luar biasa yang mampu mengubah hasil akhir. Kemenangan ini kami persembahkan kepada mereka, karena luar biasa perjuangan mereka,” ujar Seto.
Pelatih PSM Makassar Darije Kalezic juga salut dengan permainan dari PSS Sleman.
“Di babak kedua kami kebobolan tiga gol, lewat skema yang sudah saya ingatkan berkali-kali. Saya sendiri respek dengan PSS Sleman. Pemain saya tidak fokus di babak kedua, mereka mampu membalikkan keadaan. Selamat untuk PSS Sleman,” ucap Darije.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPOM temukan 22 obat herbal mengandung bahan kimia obat berbahaya, mayoritas produk stamina pria ilegal dan berisiko kesehatan serius.
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.
Pemerintah bongkar mafia pangan, dari beras oplosan hingga pupuk palsu. Kerugian rakyat ditaksir puluhan triliun rupiah.
Wapres Gibran dorong digitalisasi sekolah di Papua dan NTT. Fokus pada teknologi pendidikan dan peningkatan skill generasi muda.
SPMB Bantul 2026 resmi ditetapkan. Pendaftaran SMP full online dengan sistem RTO, ini syarat, jalur, dan kuotanya.
Hari Jadi Sleman ke-110 berlangsung meriah. Sri Sultan HB X tekankan refleksi dan pelestarian budaya di tengah modernisasi.