Korban Tewas Akibat Gempa M7,7 NTT Bertambah Jadi 14 Orang
BNPB mencatat 14 orang meninggal akibat gempa M7,7 NTT. Sebanyak 2.000 warga mengungsi dan puluhan rumah mengalami kerusakan.
Tangkapan layar video Pemain AHHA PS Pati Zulham Zamrun bermain kasar pada pertandingan persahabatan melawan Persiraja Banda Aceh. /Instagram-/@pengamatsepakbola.
Harianjogja.com, JAKARTA – Manajemen PS AHHA Pati memaksa pulang dua pemainnya, Syaiful Indra Cahya dan Zulham Zamrun, dari pusat pelatihan di Jakarta. Sanksi tersebut diberikan usai Syaiful Indra Cahya dan Zulham Zamrun melakukan aksi buruk kala melakoni laga uji coba melawan Persiraja Banda Aceh.
Sosok dua penggawa AHHA PS Pati memang tengah jadi sorotan usai melakukan aksi yang terbilang brutal dalam laga uji coba melawan Persiraja Banda Aceh. Laga tersebut digelar di Pancoran Soccer Field, Jakarta, Senin 6 September 2021.
Dalam laga tersebut, Java Army –julukan AHHA PS Pati FC- menang dengan skor 3-0. Tetapi, di balik kemenangan itu, ada insiden buruk. Pasalnya, kedua pemain Java Army melakukan hal yang tidak layak sebagai pesepakbola.
BACA JUGA : PSSI Pertimbangkan Ubah Nama Klub Bola Atta Halilintar
Salah satunya dilakuan Syaiful Indra Cahya yang melancarkan tendangan kungfu kepada pemain Persiraja. Aksinya ini tentu saja sangat membahayakan.
Atas insiden tersebut, pihak klub memberikan surat teguran kepada mantan pemain Arema FC itu. Syaiful Indra Cahya kemudian dipulangkan dari pemusatan pelatihan di Jakarta.
Selain Syaiful, Zulham Zamrun juga diberikan sanksi yang sama. Pasalnya, pemain berusia 33 tahun itu nyaris baku hantam dengan pemain Persiraja, Defri Rizki.
Atas insiden yang dilakukan dua pemain tersebut, Divo selaku COO AHHA PS Pati FC mengambil tindakan tegas. Melalui akun Instagram resmi klub, dia menyatakan bahwa kedua pemain tersebut telah diberi hukuman dan berharap kejadian tersebut bisa menjadi pelajaran untuk para pemain di timnya.
“Kami memulangkan Syaiful Indra Cahya dan Zulham Zamrun dari pemusatan latihan di Jakarta,” kata Chief Operating Officer (COO) AHHA PS Pati FC, Divo Sashendra,, dalam akun Instagram resmi AHHA PS Pati FC, Selasa (7/9/2021).
“Semoga pengalaman ini dapat membuat kami lebih dewasa dan dapat semakin lebih menjunjung tinggi apa yang disebut dengan respect dalam sepak bola,” lanjutnya.
Dalam menyikapi insiden tersebut, pihak AHHA PS Pati juga sudah meminta maaf langsung kepada pihak Persiraja Banda Aceh. Manajer AHHA PS Pati, Doni Setiabudi, bersama dengan Syaiful pergi menemui Sekretaris Persiraja, Rahmat Djailani, dan pemain M Nadhif untuk meminta maaf.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : okezone.com
BNPB mencatat 14 orang meninggal akibat gempa M7,7 NTT. Sebanyak 2.000 warga mengungsi dan puluhan rumah mengalami kerusakan.
Ganda putra Indonesia punya 10 gelar juara dunia, terbanyak sepanjang sejarah. Fajar/Shohibul Fikri jadi tumpuan di BWF World Championships 2026 India. Bisa tam
Porsche Taycan dikabarkan bakal dihentikan produksinya pada 2030. Laporan media Jerman menyebut manajemen dan dewan pekerja telah sepakat. CEO Michael Leiters b
Slipknot resmi mengumumkan perpisahan dengan Sid Wilson setelah hampir tiga dekade bersama. Alasan keluarnya sang DJ masih menjadi misteri.
Kemkomdigi meminta Google dan Apple menghapus aplikasi Hornet dari Play Store dan App Store di Indonesia karena persoalan kepatuhan aturan PSE dan aduan masyara
Google menghadirkan fitur baru yang memungkinkan pengguna menghapus watermark pada gambar, video, dan musik hasil kreasi AI Gemini.