Manhattan hingga Queens Versi Jogja Viral di TikTok
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
Liga 2 2021/2022
Harianjogja.com, JAKARTA — Merujuk hasil managers meeting antara PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan klub serta hasil rapat Exco, PSSI memutuskan untuk menggelar kompetisi Liga 2 dengan format 3 wilayah atau 3 grup.
Keputusan ini diambil dengan berbagai macam pertimbangan dan format 3 wilayah menjadi pilihan paling akomodatif untuk semua klub.
Selain itu 3 wilayah merupakan yang terbaik dalam rangka efisiensi klub dan efektivitas jadwal kompetisi.
“Setelah Liga 1 bergulir, sebentar lagi akan bergulir Liga 2. PSSI berharap kompetisi nanti bisa menyajikan tontonan yang menarik. Termasuk kualitas laga ketimbang musim-musim sebelumnya,” ujar Sekjen PSSI Yunus Nusi dikutip dari laman PSSI.
Yunus meyakini kompetisi Liga 2 musim ini akan berjalan ketat. Sebab ada beberapa klub yang pernah bermain di Liga 1.
Seperti Persiraja Banda Aceh, PSMS Medan, PSPS Pekanbaru, Sriwijaya FC, Semen Padang FC, Kalteng Putra, Persela Lamongan, dan Persipura Jayapura.
“Ini akan berjalan ketat. Pasti ramai kalau melihat kualitas klub-klub di atas. Siapkan diri sebaik mungkin. Klub yang bisa promosi Liga 1 adalah klub yang paling siap,” imbuh Yunus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
Profil Dewi Astutik, sosok yang dikaitkan dengan jaringan narkoba Segitiga Emas dan kasus penyelundupan 2 ton sabu.
Pelajar SMP di Bantul dibekali kecakapan digital untuk menghadapi FOMO, cyberbullying, hoaks, dan risiko penggunaan layar berlebihan.
Empat anak Michael Bambang Hartono menerima warisan saham senilai sedikitnya US$2,93 miliar dari perusahaan induk keluarga Hartono.
Perizinan training ground PSS Sleman disebut sudah lengkap. Pemkab Sleman kini tinggal menunggu persetujuan Kementerian ATR.
Meutya Hafid menyebut data pemerintah yang terhubung penting untuk memastikan perlindungan sosial tepat sasaran dan tidak ada warga yang terlewat.