Prabowo Percepat Revitalisasi 200 Museum dan Situs Budaya
Prabowo membahas percepatan revitalisasi lebih dari 200 museum dan situs budaya pada 2026, termasuk pembaruan narasi sejarah dan teknologi digital.
Ganda putri Indonesia Siti Fadia Silva Ramadhanti (kanan)-Apriyani Rahayu (kiri) /Antara
Harianjogja.com, JAKARTA — Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti harus menghentikan langkahnya di fase grup BWF World Tour Finals 2022. Hasil ini dipastikan setelah mereka gagal memenangkan laga terakhir di grup A.
Apri/Fadia takluk dari pasangan China Chen Qing Chen/Jia Yifan dua gim langsung 16-21, 16-21.
Walau begitu, Apri/Fadia mengaku tetap bersyukur atas pencapaian ini. Karena sebagai pasangan yang baru dipasangkan tahun ini, perjalanan mereka bisa dibilang luar biasa hingga mampu menembus World Tour Finals. "Banyak pelajaran yang bisa kita ambil sejak kita berpasangan sampai hari ini. Saya terima kasih juga kepada Fadia yang mau terus belajar," ujar Apri sambil terisak menahan kesedihan.
Apri melanjutkan bahwa mereka sudah tahu levelnya dan Fadia berada di level mana. “Jadi ke depan kami harus fokus kepada diri sendiri bagaimana caranya untuk mau menang di setiap turnamen. Namun tetap saya bersyukur dengan perjalanan kita sejauh ini bahkan bisa sampai main di World Tour Finals," lanjut Apri.
BACA JUGA: Hasil Undian BWF World Tour Finals 2022: Jojo-Ginting Satu Grup!
Apri/Fadia berharap mereka terus bisa berkembang di tahun depan. "Harapannya kami bisa terus mengembangkan hal positif yang kita sudah dapat tahun ini. Bisa sehat terus tanpa cedera. Tahun depan ingin lebih baik," pungkas Apri.
Disinggung mengenai pertandingan, Apri/Fadia merasa sudah memberikan kemampuan terbaik tapi Chen/Jia memang lebih siap. "Hasilnya memang belum maksimal tapi saya dan kak Apri sudah mencoba mengeluarkan seluruh kemampuan kita namun memang harus diakui lawan lebih siap dan safe hari ini," tutur Fadia.
Fadia melanjutkan dengan World Tour Finals pertama baginya adalah sebuah pengalaman berharga. Apalagi, bertanding melawan pemain top-top dunia dengan format yang berbeda dari biasanya menjadikan pembelajaran penting untuk lebih baik tahun depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Prabowo membahas percepatan revitalisasi lebih dari 200 museum dan situs budaya pada 2026, termasuk pembaruan narasi sejarah dan teknologi digital.
Pemda DIY menegaskan Malioboro Mulyá harus memuliakan warga, budaya, dan lingkungan, bukan sekadar mempercantik kawasan.
Karhutla Sumsel membakar 200–300 hektare lahan per hari. Keterbatasan air dan kapasitas pemadaman menjadi kendala petugas di lapangan.
Taksi Green SM menabrak pembatas jalan di Joglo, Jakarta Barat, Senin sore. Tidak ada korban, sementara lalu lintas menuju Kebon Jeruk padat.
Bea Cukai Yogyakarta menggagalkan upaya ekspor 4,2 kg padatan diduga emas di Bandara YIA. Nilai barang hampir Rp11 miliar.
Sebanyak 9 SD di Sleman masih membutuhkan bantuan air bersih akibat sumur mengering. BPBD menyalurkan 2.000 liter air tiap sekolah.