Atasi Krisis Air Saptosari-Panggang, PDAM Bor Sungai Bawah Tanah Ngobaran
PDAM Tirta Handayani Gunungkidul mengeksplorasi sungai bawah tanah Ngobaran dengan target debit 40 liter per detik untuk Saptosari dan Panggang.
Kas Hartadi ditunjuk sebagai Pelatih PSIM Jogja dan bertekad membawa tim itu promosi ke Liga 1 musim depan./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—PSIM Jogja masih berupaya melengkapi komposisi skuad menjelang bergulirnya kompetisi Liga 2 pada September mendatang.
Aturan baru yang mengharuskan klub peserta Liga 2 memberikan menit bermain kepada pemain U-21 mengharuskan klub berjuluk Laskar Mataram ini untuk mengincar talenta lokal.
Dalam beberapa kali sesi latihan, sejumlah pemain jebolan Pekan Olahraga Daerah (Porda) dan binaan sejumlah tim akademi lokal terlihat bergabung bersama skuad utama PSIM Jogja.
Pelatih kepala PSIM Jogja Kas Hartadi menyebut, para pemain muda yang sedang trial itu juga berganti-ganti setiap harinya. "Anak lokal ya kami ikutkan untuk latihan, karena kan kami kekurangan pemain juga, siapa tahu ada U-21 yang bagus, saya ganti-ganti juga," kata Kas, Senin (17/7/2023).
Dia menyebut aturan soal keharusan memainkan pemain U-21 pada kompetisi mendatang tentu jadi tantangan yang menarik. Oleh karena itu, persiapan tim yang sudah dimulai awal bulan ini juga sekaligus seleksi terhadap pemain muda yang nantinya dipercaya untuk berseragam Laskar Mataram. "Kan ada kuota juga buat U-21, siapa tahu ada muncul yang bagus, tentu buat sepakbola Jogja juga ke depan," ujarnya.
BACA JUGA: PSIM Jogja Pertahankan Lima Pemain Lama
Menurut Kas, selain fokus pada pengembangan aspek fisik pemain, selama beberapa pekan ke depan dia juga punya tugas membangun kedekatan emosional antarpemain. Jangan sampai antara pemain senior dan junior atau pemain lama dan yang baru bergabung ada kesenjangan, sehingga menimbulkan suasana yang kurang harmonis.
"Tugas saya juga harus bisa menyatukan dan menjaga kekompakan pemain. Jangan sampai ada blok-blokan. Tapi tidak ada masalah semuanya cair dan biasa saja antara senior dan junior itu yang utama," jelasnya.
Manajemen PSIM Jogja menyebut bahwa tidak menutup kemungkinan akan merekrut pemain muda lokal untuk bergabung ke tim utama dalam menghadapi Liga 2 mendatang. Selain nama-nama seperti Andri, Sheva, dan Yudha yang sudah berseragam Laskar Mataram, manajemen ingin agar ada pemain lokal potensial lainnya yang direkrut.
“Kami memang sedang berupaya memperbanyak pemain lokal. Saat ini manajemen dan pelatih juga sedang menggali talenta lokal terutama untuk pemain muda," ujar Aprilia Sulistyowati, Sekretaris PSIM Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDAM Tirta Handayani Gunungkidul mengeksplorasi sungai bawah tanah Ngobaran dengan target debit 40 liter per detik untuk Saptosari dan Panggang.
Arab Saudi mencegat rudal Houthi yang menyasar Mekkah dan Madinah. Kemenhaj menyebut ibadah umrah WNI masih berjalan lancar dan aman.
DPRD Sleman memprioritaskan perbaikan sekolah rusak berat untuk melindungi siswa dan guru melalui anggaran APBD serta dukungan CSR
Kimi Antonelli merebut pole position GP Amerika Serikat 2026 di Austin dengan waktu 1 menit 34,035 detik, mengungguli Max Verstappen dan Isack Hadjar.
Jusuf Kalla di Harvard menyoroti empat tantangan ekonomi Indonesia, mulai dari perang global, bencana alam, korupsi hingga kebijakan anggaran.
Sebanyak 112.212 UMKM di Sleman menghadapi tantangan digitalisasi, mulai dari literasi digital, pengelolaan keuangan hingga keamanan data.