PSIM Jogja Butuh Kemenangan, Cahya Antusias Lawan Persija
Cahya Supriadi antusias menghadapi mantan klubnya, Persija Jakarta. PSIM Jogja membidik kemenangan di Stadion Sultan Agung pada 10 Oktober 2026.
Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel. - Harian Jogja/Ariq Fajar
Harianjogja.com, JOGJA—Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul van Gastel memahami kekecewaan suporter yang memasang sejumlah banner protes di depan Wisma PSIM, Baciro, Kota Jogja. Di tengah rentetan hasil negatif pada awal Super League 2026/2027, ia mengakui timnya perlu segera meraih poin.
Banner bernada kritik terlihat di depan Wisma PSIM pada Kamis (15/10/2026), sehari sebelum Laskar Mataram menghadapi PSM Makassar pada pekan kelima kompetisi. Beberapa pesan yang disampaikan suporter antara lain “Evaluasi Atau Degradasi”, “Our City Deserves Warriors, Not Tourists”, dan “PSIM Menolak Papan Bawah”.
Van Gastel mengatakan tekanan terbesar justru datang dari dirinya sendiri. Ia mengaku terus memikirkan cara meningkatkan performa tim, baik secara individu maupun kolektif.
“Saya rasa saya adalah orang yang memberikan tekanan paling besar pada diri saya sendiri. Selama 24 jam saya terus berpikir bagaimana meningkatkan performa diri saya sendiri dan tim ini, serta melakukan segala sesuatu dengan lebih baik,” ujar Van Gastel dalam konferensi pers menjelang pertandingan, Kamis (15/10/2026).
Meski mengaku tidak merasakan tekanan secara langsung dari suporter, pelatih asal Belanda tersebut memahami alasan munculnya protes. PSIM baru mengumpulkan satu poin dari empat pertandingan, sehingga kebutuhan untuk memperbaiki hasil semakin mendesak.
“Tekanan dari suporter? Saya tidak merasakannya. Satu-satunya hal adalah saya turut merasakan kekhawatiran mereka karena secara keseluruhan kami baru bermain empat pertandingan dan hanya mengumpulkan satu poin. Jadi, kami tentu merasa khawatir seperti halnya mereka, dan jika ada bentangan spanduk protes, saya sangat bisa memahaminya,” katanya.
PSIM Terpuruk Setelah Tiga Kekalahan Beruntun
PSIM mengawali musim dengan hasil imbang 1-1 melawan Persita Tangerang. Setelah itu, mereka kalah 0-1 dari Persebaya Surabaya, takluk 1-2 dari Madura United, dan menyerah 0-4 saat menghadapi Persija Jakarta.
Rangkaian hasil tersebut membuat PSIM baru mengoleksi satu poin dan berada di peringkat ke-16 klasemen sementara setelah empat pertandingan.
Pertandingan melawan PSM menjadi kesempatan bagi PSIM untuk menghentikan tren negatif sekaligus memperbaiki posisi. Van Gastel menegaskan pemain dan staf pelatih memahami situasi yang sedang dihadapi.
Ia juga menyayangkan laga mendatang harus digelar tanpa penonton. Menurutnya, kehadiran suporter biasanya menjadi sumber energi tambahan bagi pemain ketika bertanding.
“Kami sadar akan situasi ini, para pemain, staf, dan saya sendiri, bahwa kami harus segera mendapatkan poin secepat mungkin. Sayangnya, besok kami harus bermain tanpa suporter, padahal dukungan mereka biasanya bisa memberikan energi ekstra bagi tim,” ujarnya.
Pertandingan PSIM melawan PSM dijadwalkan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (16/10/2026) pukul 15.30 WIB. Laga digelar tanpa penonton karena berdekatan dengan persiapan agenda nasional Silaturahim Nasional III Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh 2026 di kawasan stadion.
Adrian Purzycki Minta Tim Tetap Yakin
Gelandang PSIM, Adrian Purzycki, mengakui tekanan merupakan bagian dari sepak bola, terlebih ketika hasil pertandingan belum sesuai harapan. Namun, ia meminta rekan-rekannya tetap menjaga keyakinan terhadap proses yang sedang dijalani.
Menurut pemain asal Polandia tersebut, PSIM masih memiliki hal positif dari empat pertandingan awal, meski belum mampu mengubah penampilan menjadi tambahan poin yang cukup.
“Menurut saya, kunci dari situasi ini adalah di dalam grup, di dalam tim, untuk tetap yakin bahwa kami bergerak ke arah yang benar. Jika melihat pertandingan-pertandingan yang telah kami jalani hingga saat ini, secara pribadi saya pikir kami berada di arah yang benar, hanya saja kurang poin,” kata Adrian.
Ia berharap pertandingan melawan PSM menjadi momentum bagi tim untuk bangkit. Kemenangan dinilainya penting bukan hanya bagi pemain, tetapi juga klub dan suporter yang menantikan perbaikan hasil.
“Menurut saya, hal yang paling penting adalah mendapatkan tiga poin. Semuanya akan menjadi lebih mudah bagi kami, klub, suporter, dan semua orang. Cukup raih poin,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cahya Supriadi antusias menghadapi mantan klubnya, Persija Jakarta. PSIM Jogja membidik kemenangan di Stadion Sultan Agung pada 10 Oktober 2026.
Kiandra Ramadhipa mengincar tiga besar klasemen Moto3 Junior 2026. Simak peluang pembalap asal Sleman dan jadwal balapan di Misano.
Pengajuan visa bisa terkendala karena dokumen tidak lengkap, paspor, atau data tidak sesuai. Simak enam hal yang perlu diperiksa sebelum mengajukan visa.
Agnez Mo akan debut di Madame Tussauds Hollywood pada Oktober 2026. Simak penampilan busana denim dan perjalanan patung lilinnya di Asia.
Hasil verifikasi 22 gerai KDMP Kulonprogo menemukan masalah bangunan, air bersih, dan daya listrik. Agrinas diberi waktu perbaikan maksimal tiga bulan.
WhatsApp menghadirkan fitur telepon tamu yang memungkinkan pengguna tanpa akun mengikuti panggilan lewat browser komputer. Simak cara dan fiturnya.