PSIM Jogja Butuh Kemenangan, Cahya Antusias Lawan Persija
Cahya Supriadi antusias menghadapi mantan klubnya, Persija Jakarta. PSIM Jogja membidik kemenangan di Stadion Sultan Agung pada 10 Oktober 2026.
Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel (kiri) didampingi Cahya Supriadi saat konferensi pers di Wisma PSSI, Jogja, pada Jumat (9/10/2026)./Harian Jogja-Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—PSIM Jogja harus berjuang mencari kemenangan perdana di Super League 2026/2027 tanpa dukungan langsung suporter saat menjamu PSM Makassar. Pertandingan pekan kelima yang digelar di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Jumat (16/10/2026), pukul 15.30 WIB, dipastikan berlangsung tanpa penonton karena persiapan Silaturahim Nasional (SILANAS) III Jam'iyyatul Qurra' wal Huffazh 2026.
Keputusan tersebut menjadi tantangan bagi Laskar Mataram yang sedang berusaha memperbaiki posisi di klasemen. Brajamusti dan The Maident tidak dapat memberikan dukungan dari tribun, sementara PSIM membutuhkan hasil positif setelah mengawali musim dengan catatan yang belum memuaskan.
Persiapan SILANAS III Jadi Alasan Stadion Tanpa Penonton
Pertandingan PSIM Jogja melawan PSM Makassar tetap dapat diselenggarakan di SSA setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul memberikan izin dengan ketentuan pembatasan jumlah orang di kawasan stadion.
Kebijakan tersebut berkaitan dengan persiapan SILANAS III Jam'iyyatul Qurra' wal Huffazh 2026 yang dijadwalkan berlangsung di kawasan stadion pada Minggu (18/10/2026). Pengosongan stadion dari penonton diperlukan agar persiapan acara nasional tersebut tidak terganggu.
Ketua Panitia Pelaksana PSIM Jogja, Ermantino Handokomulyo, mengatakan pihaknya menghormati ketentuan Pemkab Bantul demi kelancaran persiapan kegiatan sekaligus pemeliharaan fasilitas stadion.
"Kami berterima kasih kepada Pemkab Bantul dan pihak kepolisian yang mengizinkan laga kandang ini tetap digelar di SSA. Namun, agar tidak mengganggu persiapan serta pemeliharaan fasilitas SILANAS III, kami sepakat pertandingan harus steril dari penonton. Kami sangat menghormati keputusan tersebut dan berkomitmen penuh menjaga ketertiban bersama," kata Ermantino, Senin (12/10/2026).
Akses Stadion Dibatasi hingga Ring 1
Panitia pelaksana akan menerapkan pembatasan akses di kawasan SSA, termasuk area luar stadion hingga Ring 1. Selama pertandingan berlangsung, hanya pemain, ofisial, serta pihak berkepentingan yang memiliki akreditasi resmi yang diperbolehkan masuk.
Dengan ketentuan tersebut, Brajamusti dan The Maident tidak bisa menyaksikan langsung perjuangan PSIM dari tribun. Panitia pun meminta para pendukung mematuhi aturan, tidak mendatangi kawasan SSA, dan tidak menggelar konvoi di jalanan selama pertandingan berlangsung.
Ermantino berharap para suporter memahami situasi tersebut dan tidak memaksakan diri datang ke stadion. Menurut dia, dukungan kepada tim tetap dapat diberikan dari rumah masing-masing.
"Kami memohon pengertian dan kerja sama seluruh pendukung setia PSIM Jogja untuk mematuhi aturan ini. Doa dan energi positif dari kediaman masing-masing akan tetap sampai dan menjadi kekuatan utama perjuangan Laskar Mataram di lapangan," ujarnya.
Ermantino juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Bantul dan kepolisian yang telah memberikan izin sehingga pertandingan kandang PSIM Jogja tetap dapat digelar di SSA.
PSIM Jogja Berusaha Keluar dari Zona Degradasi
Laga melawan PSM Makassar menjadi kesempatan bagi PSIM Jogja untuk memperbaiki hasil sekaligus berusaha meninggalkan papan bawah klasemen Super League 2026/2027.
Tim asuhan Jean-Paul van Gastel belum meraih kemenangan dalam empat pertandingan pertama musim ini. PSIM mengawali kompetisi dengan satu hasil imbang, kemudian mengalami tiga kekalahan secara beruntun.
Kekalahan terakhir menjadi pukulan berat setelah PSIM takluk 0-4 dari Persija Jakarta di kandang sendiri pada pekan lalu. Hasil tersebut membuat Laskar Mataram baru mengumpulkan satu poin dan menempati peringkat ke-16, yang termasuk zona degradasi.
Dalam situasi tersebut, pertandingan kandang melawan PSM Makassar menjadi salah satu kesempatan bagi PSIM untuk memperbaiki catatan awal musim. Meski tidak bisa hadir di stadion, suporter diharapkan tetap memberikan dukungan dengan menghormati pembatasan yang berlaku.
PSIM Jogja pun harus menjalani laga penting ini tanpa kehadiran pendukung di tribun. Kepatuhan terhadap ketentuan penyelenggaraan pertandingan menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran laga sekaligus persiapan SILANAS III di kawasan Stadion Sultan Agung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cahya Supriadi antusias menghadapi mantan klubnya, Persija Jakarta. PSIM Jogja membidik kemenangan di Stadion Sultan Agung pada 10 Oktober 2026.
Telkom mempercepat program streamlining 50 entitas anak usaha untuk menyederhanakan portofolio, memperkuat bisnis inti, meningkatkan efisiensi.
Pemkab Gunungkidul menaikkan target PAD wisata 2026 menjadi Rp63,2 miliar setelah realisasi pendapatan mencapai Rp56,5 miliar.
DPRD DIY mendukung wacana siswa tidak otomatis naik kelas mulai 2027 untuk mengukur kompetensi dan meningkatkan mutu pembelajaran.
Bank BPD DIY Syariah meraih Infobank Sharia Award 2026 dengan predikat “Sangat Bagus” dan Platinum Champion setelah mempertahankan prestasi selama 10 tahun bert
Linda Benny resmi dilantik menjadi Wabup Klaten untuk sisa masa jabatan 2025-2030 dan berkomitmen melanjutkan pembangunan bersama Bupati Hamenang.