SPMB Bantul 2026 Resmi: SMP Full Online, Ini Syarat & Kuotanya
SPMB Bantul 2026 resmi ditetapkan. Pendaftaran SMP full online dengan sistem RTO, ini syarat, jalur, dan kuotanya.
Pelatih kepala PSS Sleman Marian Mihail (kanan)./Harian Jogja-Yosef Leon Pinsker
Harianjogja.com, SLEMAN—Menjelang bergulirnya pertandingan lanjutan Liga 1 2023 akhir pekan ini, PSS Sleman terus berupaya meningkatkan menit bermain para pemain cadangan lewat laga persahabatan. Hal ini agar kondisi fisik skuad Super Elja, khususnya di sektor pelapis terus terjaga dan siap saat dibutuhkan.
Pada empat laga Liga 1 2023 ini, Pelatih PSS Sleman, Marian Mihail memang tidak pernah mengubah komposisi pemain utama yang diturunkan. Otomatis sejumlah pemain yang sama sekali belum bermain atau hanya diturunkan selama beberapa menit butuh pertandingan lain.
Selain latihan rutin, pemain juga perlu bertanding agar merasakan suasana tekanan dan atmosfer yang hampir serupa seperti laga resmi. Dengan begitu kondisi fisik pemain tetap terjaga dan siap diturunkan jika sewaktu-waktu dibuthkan saat pemain utama mendapat cedera atau akumulasi kartu.
Pelatih fisik PSS Sleman, Kartono Pramdhan menjelaskan cara menjaga kondisi fisik secara spesifik adalah bermain tiap pertandingan. Berkaitan dengan pemain yang belum mendapatkan menit bermain, jajaran pelatih PSS sudah melakukan pertandingan persahabatan setelah pertandingan agar pemain tetap prima.
“Para pemain yang menit bermainnya kurang dan tidak masuk line-up bisa melakukan pertandingan persahabatan agar sentuhan pemain untuk bermain tidak hilang. Selain itu, di antara pertandingan ada latihan ekstra untuk para pemain tersebut agar kondisinya tetap terjaga dan selalu siap jika dibutuhkan untuk bermain,” ujarnya, Rabu (26/7/2023).
BACA JUGA: Liga 1, Mihail: PSS Sudah Berada di Jalur yang Tepat
Melawan RANS Nusantara FC pada akhir pekan ini kondisi fisik skuad Super Elja disebut cukup stabil meski telah menjalani laga berat menghadapi PSIS Semarang pekan lalu. Jajaran pelatih juga telah meninjau komponen fisik pemain agar selalu stabil dalam setiap pertandingan. Baik itu secara kemampuan otot dan juga kardio.
“Salah satu hal untuk menjaga itu adalah dengan latihan gym. Selain itu, aktivitas aerobik dengan bola yang didesain oleh pelatih kepala PSS untuk menjaga kondisi para pemain,” ujarnya.
Pada musim ini, PSS Sleman juga telah menggunakan teknologi catapult berupa rompi yang digunakan pemain saat berlatih dan bertanding untuk melihat data penampilan pemain dari sejumlah segi. Dari data terakhir menunjukan data yang stabil yang menunjukkan kondisi para pemain normal. "Hasil dari catapult ini juga selalu dikoordinasikan dengan tim pelatih dan analisis untuk memantau kondisi terakhir pemain."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SPMB Bantul 2026 resmi ditetapkan. Pendaftaran SMP full online dengan sistem RTO, ini syarat, jalur, dan kuotanya.
Kemenag Sleman memetakan 1.039 lokasi Salat Iduladha 2026. Ngemplak terbanyak, Moyudan jadi wilayah dengan jemaah terpadat.
Bank Jateng dukung Rakernas ADPLK 2026 untuk memperkuat industri DPLK yang modern, inovatif, dan berintegritas.
Sapi kurban Presiden Prabowo dikirim ke Pulau Laut Natuna lewat perjalanan laut penuh tantangan demi warga perbatasan Indonesia.
Kasus Little Aresha memasuki babak baru setelah Polresta Jogja menambah pasal UU Sisdiknas dan memeriksa 152 saksi.
Sekolah Rakyat Prabowo resmi beroperasi di 166 lokasi. Sebanyak 15.945 siswa menikmati pendidikan gratis berbasis asrama.