Polres Bantul Sita 307 Botol Miras Ilegal dari 14 Lokasi Razia
Polres Bantul menyita 307 botol miras berbagai merek dari 14 lokasi dalam operasi KRYD untuk menekan peredaran minuman keras ilegal.
Bek PSS Sleman I Nyoman Ansanay (tengah) menggiring bola melewati pemain RANS Nusantara FC dalam pertandingan yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Minggu (30/7/2023)./Dok-PSS Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Pertandingan antara RANS Nusantara FC vs PSS Sleman berakhir dengan skor kacamata alias 0-0 pada Minggu (30/7/2023) di Stadion Maguwoharjo. Kedua tim harus rela berbagi poin lantaran sejumlah peluang tidak bisa dikonversi menjadi gol.
Di babak pertama tidak banyak peluang yang tercipta. RANS Nusantara FC sempat unggul lebih dulu lewat sundulan Angelo Meneses saat tendangan sudut, tetapi wasit menyebut bila bola yang dieksekusi oleh Paulo Sitanggang itu lebih dulu keluar. Begitu pula gol Ricky Cawor yang dibatalkan wasit lantaran disebut berada dalam posisi offside.
Di babak kedua pergantian pemain yang dilakukan Super Elja ternyata belum mampu merubah kedudukan. Yevhen Baha, Riki Dwi dan Todd Ferre yang dimasukkan untuk memberikan daya dobrak di lini depan tidak dapat berbuah banyak. Sebaliknya peluang terbanyak justru datang dari tim lawan.
Permainan Anthony Pinthus yang apik di sektor penjaga gawang harus diapresiasi pada pertandingan ini. Beberapa kali penjaga gawang asal Filipina itu melakukan penyelamatan bagus. Sejumlah peluang dari pemain asing skuad Magenta Force mampu ditepisnya dengan sempurna.
Baca juga: Sudah Ada 9 Depo Sudah Dibuka, Pemkot Duga Pembuang Sampah Juga dari Warga Luar Jogja
Pelatih Kepala PSS Sleman Marian Mihail mengaku timnya bermain jelek pada pertandingan ini dan beruntung mampu menahan imbang tim lawan yang bermain cukup bagus. Build up serangan skuad Super Elja selalu dapat dipatahkan sejak dari lini belakang.
"Kami main jelek dan beruntung imbang. Begitulah sepakbola kadang kami main bagus tapi tidak menang. Lawan kami cukup bagus dan mampu mematahkan kami saat membangun serangan sejak dari bek," ujarnya.
Pelatih berpaspor Rumania itu menyebut, pemain RANS Nusantara FC melakukan pressing tinggi sehingga anak asuhnya sama sekali tidak mendapatkan peluang yang bagus di laga ini untuk mencetak gol. "Kami harus belajar dari kesalahan kami. Pemain kita yang bagus bisa disetop dengan baik oleh lawan," jelasnya.
Sementara pelatih RANS Nusantara FC Eduardo Almeida mengakui bahwa masalah penyelesaian akhir masih menjadi persoalan bagi timnya. Sejumlah peluang yang diperoleh anak asuhnya di pertandingan kali ini tidak berbuah gol. "Bagi saya pemain sudah bermain bagus dan kami harus fokus ke depan serta mengembangkan masalah penyelesaian akhir," ucapnya.
Target tiga poin yang dicanangkan pihaknya pun pupus pada laga ini. Mereka harus puas dengan satu poin. "Hari ini kami ingin buat tiga poin seperti target awal kami, tapi hasil berbicara lain dan akhirnya imbang, RANS banyak peluang untuk cetak gol tapi tidak gol," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Bantul menyita 307 botol miras berbagai merek dari 14 lokasi dalam operasi KRYD untuk menekan peredaran minuman keras ilegal.
Dua mesin diesel milik petani di Bulak Dobangsan, Wates, Kulonprogo dicuri. Korban merugi Rp3,5 juta, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi prihatin atas OTT Bupati Pemalang. Pemprov menunggu status hukum KPK sebelum menunjuk Plt bupati.
GoTo mencatat laba bersih Rp252 miliar pada kuartal II-2026. Bisnis Fintech menjadi kontributor utama dan melampaui ODS untuk pertama kalinya.
Istri Bupati Pemalang Noor Faizah Maenofie tiba di Gedung Merah Putih KPK usai OTT yang menjerat 21 orang terkait dugaan korupsi.
Mbah Rabikem, 80 tahun, masih setia membuat jenang upih khas Sleman. Kuliner tradisional ini diracik hingga 7 jam dan selalu ludes terjual.