Terungkap! Istri Gorok Leher Suami di Bantul, Dipicu Chat Selingkuh
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Pemain PSIM Jogja Ariyanto Maring merayakan golnya dalam pertandingan lanjutan Liga 2 2023 melawan Nusantara United FC di Stadion Kebogiro, Boyolali pada Sabtu (14/10/2023) (email)
Harianjogja.com, JOGJA—PSIM Jogja berhasil membukukan tiga kali hatrick meraih poin sempurna dalam laga tandangnya kala menghadapi Nusantara United FC di Stadion Kebogiro, Boyolali pada Sabtu (14/10/2023).
Bermain dengan sepenuhnya skuad lokal, Laskar Mataram meraih kemenangan dengan skor 1-2. Gol tercipta lewat Sukarja dan Ari Maring. Sementara dari tuan rumah oleh Arif I'tibar.
Jalannya Pertandingan
Sejak menit pertama tim tuan rumah sudah bermain menekan. Bermain di kandang sendiri Macan Dahan Borneo, julukan Nusantara FC tampil dominan di 10 menit pertama. Operan dari kaki ke kaki membuat pertandingan berjalan timpang.
Bola hanya berkutat di wilayah tim tamu, tetapi mereka belum mampu menembus lini pertahanan Laskar Mataram yang dikomandoi oleh Joko Supriyanto.
BACA JUGA: PSIM Kontra Nusantara United FC, Suporter Laskar Mataram Dilarang Nonton
Keasyikan menyerang, tim tuan rumah malah tertinggal lebih dulu lewat gol Sukarja di menit 14. Berawal dari serangan balik, dengan cepat Indra Setiawan yang berada di sisi kanan pertahanan tuan rumah mengirim umpan crossing ke muka gawang.
Sukarja yang tidak terkawal bek lawan membelokkan bola dengan sundulannya dan berbuah gol. Skor 0-1 PSIM Jogja memimpin.
Tertinggal sebiji gol Nusantara FC berniat menyamakan kedudukan. Sejumlah serangan pun dilancarkan tetapi belum mampu berbuah gol. Menit ke 25 Ari Maring malah menambah skor.
Berawal dari umpan Dias Angga di sektor kiri pertahanan lawan kemudian terjadi kemelut di kotak penalti. Ari Maring dengan cerdas melesakkan bola dengan keras dan membuat tuan rumah ketinggalan dua gol.
Tertinggal dua gol, Nusantara FC kembali berusaha mencuri gol. Hanya saja penampilan apik lini pertahanan Laskar Mataram belum mampu ditembus Kardi Tarigan dan kolega. Beberapa kali kesalahan fatal pemain PSIM pun belum mampu dikonversi menjadi gol.
Menit ke 36 Nusantara FC mendapat peluang emas dari kaki Matheus Silva. Berhadapan dengan Fikri tendangan mendatarnya masih mampu ditepis oleh pemain U21 PSIM itu.
Sampai babak pertama usai, skor 0-2 bertahan untuk keunggulan bagi tim tamu. Pada babak kedua Nusantara melakukan sejumlah pergantian pemain untuk mengejar ketertinggalan, tetapi belum mampu membuahkan hasil.
Sebaliknya Laskar Mataram malah mendapatkan sejumlah peluang lewat serangan balik. Tendangan dari luar kotak penalti oleh Dias Angga yang membentur mistar gawang hampir menambah keunggulan PSIM di menit 52.
Solidnya lini belakang Laskar Mataram hanya bertahan sampai menit ke 64. Arif I'tibar yang masuk menggantikan Wahyu Saputro sebagai sayap kanan mampu memperkecil keunggulan tim tuan rumah.
Kemelut bola liar di luar kota penalti Laskar Mataram dieksekusinya dengan keras melalui kaki kiri ke sisi kiri atas gawang Fikri Maarif dan berbuah gol. Skor pun berubah 1-2.
Sampai dengan akhir laga sejumlah percobaan yang dilakukan oleh tuan rumah maupun tim tamu tidak menambah jumlah gol yang tercipta di laga ini.
PSIM Jogja pun berhasil mengantongi tiga poin ketiganya di laga tandang putaran pertama musim ini.
Alhasil Laskar Mataram sekarang berhasil menduduki peringkat kedua klasemen sementara dengan 10 poin dari lima pertandingan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.
DPRD DIY memastikan tidak ada kebijakan pemutusan kerja terhadap tenaga pendidik non-aparatur sipil negara tersebut di Daerah Istimewa Yogyakarta