Belanja APBN Kuartal IV 2026 Diperkirakan Tembus Rp1.300 Triliun
Menkeu Suahasil Nazara memperkirakan belanja APBN kuartal IV 2026 mencapai Rp1.300 triliun untuk mendorong ekonomi dan menjaga layanan publik.
Atletico Madrid menyempurnakan langkah mereka ke 16 besar, berkat kemenangan 2-0 atas Lazio pada pertandingan Grup E Liga Champions, yang dimainkan di Stadion Civitas Metropolitan, Madrid, Rabu setempat atau Kamis dini hari WIB. /Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA—Atletico Madrid menyempurnakan langkah mereka ke 16 besar, berkat kemenangan 2-0 atas Lazio pada pertandingan Grup E Liga Champions, yang dimainkan di Stadion Civitas Metropolitan, Madrid, Rabu setempat atau Kamis dini hari WIB.
Baik Atletico maupun Lazio telah memastikan tiket ke putaran selanjutnya dengan koleksi poin yang tidak dapat dikejar oleh Celtic dan Feyenoord setelah memainkan lima pertandingan. Namun kemenangan ini memastikan Atletico tetap di puncak klasemen grup dengan 14 poin, sedangkan Lazio di posisi kedua dengan sepuluh poin, demikian catatan laman resmi UEFA.
Los Colchoneros, julukan Atletico, membuka keunggulan saat laga baru berlangsung enam menit. Samuel Lino menggebrak di sisi kiri dan melewati Adam Marusic, sebelum bergerak memotong dan mengumpankan bola yang dieksekusi dengan sempurna oleh Antoine Griezmann.
BACA JUGA : Real Madrid vs Atletico Madrid: Link Live Streaming, Prediksi Skor dan Head to Head
Setelah itu Mario Hermoso sempat menggandakan keunggulan Atletico pada menit ke-38, namun wasit tidak mengesahkan gol tersebut karena offside.
Atletico baru mendapatkan gol kedua mereka pada menit ke-51. Kali ini Lino yang sebelumnya berperan menjadi pengumpan berganti peran menjadi pencetak gol. Diawali bola pantul yang gagal dikuasai dengan baik oleh Memphis Depay, pemain Brazil Lino kemudian melepaskan sepakan voli menuju sudut atas gawang Lazio tanpa dapat dihentikan kiper Ivan Provedel.
Pada pertandingan lain yang juga tidak berpengaruh terhadap posisi di klasemen grup, Celtic memberikan hiburan bagi para penggemarnya saat menang 2-1 atas Feyenoord, pada laga yang dimainkan di Celtic Park, Glasgow.
Meski menang, Celtic tidak dapat memperbaiki posisinya yang hanya menduduki posisi juru kunci dengan empat poin. Sedangkan Feyenoord juga sudah mengamankan tiket Liga Europa mereka meski menutup fase grup dengan kekalahan.
Celtic mendapat hadiah penalti dari wasit karena pelanggaran yang dilakukan Ramiz Zerrouki terhadap Liam Scales di kotak terlarang. Eksekusi penalti dilakukan dengan sempurna oleh Luis Palma untuk membawa klub Skotlandia itu memimpin 1-0.
Kegembiraan Celtic sempat terusik saat Feyenoord menyamakan kedudukan pada menit ke-82. Umpan silang Santiago Gimenez dari sisi kanan dengan sengaja tidak diambil oleh Thomas van den Belt. Bola lantas jatuh ke penguasaan Yankuba Minteh yang tidak terkawal, untuk dilesakkan menjadi gol tanpa dapat dihentikan kiper veteran Joe Hart.
BACA JUGA : Real Madrid vs Las Palmas, Prediksi Skor, Susunan Pemain dan Head to Head
Namun pada menit ke-91, Celtic mampu memastikan mereka keluar dari Liga Champions dengan satu kemenangan. Gustaf Lagerbielke sukses memanfaatkan umpan Matt O’Riley untuk mengunci tiga poin bagi klub Skotlandia tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menkeu Suahasil Nazara memperkirakan belanja APBN kuartal IV 2026 mencapai Rp1.300 triliun untuk mendorong ekonomi dan menjaga layanan publik.
Dua tahun Prabowo-Gibran, pekerja informal mencapai 87,88 juta orang dan PHK menembus 63.789 orang sepanjang Januari-September 2026.
DPRD Bantul meminta wacana penghapusan otomatis naik kelas dikaji matang, dengan pendampingan siswa, kesiapan guru, dan sarana sekolah
Pemerintah mengombinasikan modifikasi cuaca, dry ice, dan NaCl untuk menangani karhutla. Simak hasil operasi di Sumatra dan Kalimantan.
Polda DIY menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional di Malioboro, Abu Bakar Ali, dan Titik Nol Kilometer untuk mengantisipasi kemacetan akibat aksi mahasiswa.
KT Laras Asri di Warungboto, Jogja, mengandalkan selada hidroponik di tengah keterbatasan lahan dan meraih Juara II lomba tingkat DIY.