KRL Solo-Jogja Sabtu 17 Oktober 2026, Ini Jadwal Lengkapnya
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu, 17 Oktober 2026, dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu. Simak waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Hajime Moriyasu/ Instagram
Harianjogja.com, JOGJA— Rumor Hajime Moriyasu menangani Timnas Malaysia mendapat sorotan dari media Jepang. Di tengah kabar yang menghubungkan pelatih Samurai Biru tersebut dengan Harimau Malaya, laporan media Negeri Sakura justru mengungkap arah karier yang berbeda, yakni keinginan Moriyasu untuk menangani klub sepak bola di Eropa.
Isu kepindahan Moriyasu ke Malaysia ramai diperbincangkan dalam sepekan terakhir. Nama pelatih yang telah menangani Timnas Jepang sejak 2018 itu dikaitkan dengan posisi pelatih Harimau Malaya, yang saat ini ditangani pelatih sementara Tan Cheng Hoe.
Situasi tersebut memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan Malaysia merekrut pelatih berusia 58 tahun itu. Kontrak Moriyasu bersama Timnas Jepang disebut akan berakhir setelah Piala Asia 2027, atau paling lambat Februari tahun depan.
Namun, kabar tersebut belum menjadi kepastian. Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) merespons rumor itu dengan menyatakan belum ada keputusan pasti mengenai kemungkinan merekrut Moriyasu.
Di tengah spekulasi tersebut, media Jepang Nikkan Gendai menyoroti kecenderungan Moriyasu yang dinilai lebih cocok menangani klub daripada tim nasional. Perbedaan pola kerja di kedua lingkungan itu menjadi salah satu hal yang disorot dalam laporan tersebut.
Tim nasional umumnya berkumpul untuk menjalani agenda pertandingan pada waktu tertentu, sedangkan klub menjalani latihan secara rutin. Menurut laporan Nikkan Gendai, pola kerja klub yang memungkinkan pelatih mengikuti perkembangan pemain dari hari ke hari lebih sesuai dengan kepribadian Moriyasu.
"Dibanding tim nasional yang berkumpul beberapa kali dalam satu tahun dan bertanding dalam waktu cepat lantas bubar, melatih sebuah klub yang berlatih setiap hari dan merasakan pertumbuhan langsung para pemain lebih cocok dengan kepribadiannya [Moriyasu]," tulis Nikkan Gendai.
Pandangan tersebut menjadi salah satu alasan media itu menyoroti kemungkinan Moriyasu memilih jalur kepelatihan klub setelah masa tugasnya bersama Timnas Jepang berakhir. Meski demikian, laporan tersebut tidak dapat diperlakukan sebagai konfirmasi resmi mengenai klub yang akan menjadi tujuan berikutnya.
Selain membahas kecenderungan Moriyasu dalam memilih lingkungan kerja, Nikkan Gendai juga menyoroti ambisinya untuk berkarier di Eropa. Keinginan tersebut disebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika menilai rumor kepindahannya ke Malaysia.
"Ambisi besar Moriyasu setelah Piala Asia adalah menjadi pelatih pertama Jepang yang menangani klub Eropa," lanjut laporan pada berita tersebut.
Dengan demikian, rumor yang menghubungkan Moriyasu dengan Harimau Malaya berhadapan dengan pemberitaan mengenai rencana kariernya di Eropa. Akan tetapi, informasi tentang ambisi tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa Moriyasu menolak tawaran Malaysia ataupun telah menerima tawaran dari klub Eropa.
Keraguan mengenai kemungkinan Moriyasu menangani Malaysia juga muncul dalam laporan media Jepang lainnya, Sakanowa. Media tersebut menyoroti ketidaksesuaian antara rumor kepindahan ke tim nasional Asia Tenggara dan arah karier yang sedang dikaitkan dengan pelatih berusia 58 tahun itu.
"Lingkaran sepak bola di Jepang menyadari prospeknya [Moriyasu] ke timnas Asia Tenggara berlawanan dengan jalur kariernya saat ini," tulis Sakanowa.
Pemberitaan kedua media Jepang itu menempatkan ambisi Moriyasu di Eropa sebagai konteks penting dalam membaca rumor kepindahannya. Sementara itu, FAM belum memberikan keputusan pasti mengenai kemungkinan merekrut pelatih yang menangani Timnas Jepang sejak 2018 tersebut.
Kontrak Moriyasu setelah Piala Asia 2027 menjadi salah satu aspek yang ikut diperhatikan dalam pembahasan masa depannya. Namun, berdasarkan informasi dalam naskah ini, belum ada kepastian bahwa ia akan menangani Timnas Malaysia ataupun klub Eropa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu, 17 Oktober 2026, dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu. Simak waktu keberangkatan di setiap stasiun.
WMO memperingatkan parahnya kabut asap lintas batas akibat karhutla Indonesia dan mendorong negara ASEAN berbagi sumber daya pemadaman.
Fajar/Fikri mengalahkan Liang/Wang dalam tiga gim di semifinal Denmark Open 2026 dan akan menghadapi Aaron Chia/Soh Wooi Wik di final.
PSS Sleman menghadapi Persebaya yang baru kebobolan dua gol. Huistra menyiapkan Super Elja untuk memburu poin di Surabaya.
Luthfi/Dian menjuarai Kejuaraan Dunia Junior 2026 setelah bangkit dari ketertinggalan 11-14 pada gim penentuan melawan pasangan China.
Sebanyak 214 KDMP di DIY telah bertransaksi hingga Oktober 2026. Dinkop DIY menargetkan 80% kalurahan mengoperasikan KDMP pada akhir tahun.