KDMP Gunungkidul Dibangun di 30 Titik, Ini Persoalan di Lapangan
Pembangunan gerai dan gudang KDMP di Gunungkidul mencapai 30 titik. Namun, muncul persoalan biaya listrik, air, dan persaingan usaha warga.
Aksi Muhammad Fariz, bek kanan U21 PSIM Jogja yang dipinjam dari PSS Sleman dalam salah satu sesi latihan bersama Laskar Mataram beberapa waktu lalu./ Ist - PSIM
Harianjogja.com, JOGJA - PSIM Jogja menargetkan ada lima pemain berusia di bawah 21 tahun atau U21 di tim kebanggaan warga Jogja itu untuk mengarungi Liga 2 musim 2024/2025.
Lima pemain U21 itu sesuai dengan jumlah minimal yang harus didaftarkan klub sebagaimana aturan dari PT. LIB selaku operator Liga 2, dengan maksimal total pemain secara keseluruhan 35 orang.
Pada musim depan, Liga 2 memberlakukan aturan baru bagi menit bermain pemain muda. Setiap tim wajib mendaftarkan minimal lima pemain U21 atau kelahiran maksimal 1 Januari 2024.
Durasi bermainnya sama dengan musim lalu yakni 45 menit, tetapi dalam satu pertandingan wajib memainkan dua pemain U21 dengan satu pemain harus masuk di 11 pertama. Sementara satu lainnya bisa masuk di babak pertama atau kedua.
Teka-teki pemain U21 PSIM Jogja di musim ini pun sudah mulai terlihat. Satu nama sudah dikantongi yakni Muhammad Fariz yang dipinjam dari klub tetangga PSS Sleman. Fariz akan bersaing dengan nama lain untuk memperkuat pos bek kanan.
Musim 2023/2024 lalu Fariz dipinjamkan Super Elja, julukan PSS ke Sriwijaya FC. Dengan Laskar Wong Kito, Fariz tidak sempat mencicipi lapangan hijau di pertandingan resmi bersama rekan setimnya.
Meski begitu di musim pertamanya bersama PSS Sleman, Fariz mencatatkan delapan kali penampilan. Tujuh kali tampil di Liga 1 dan sekali tampil di Piala Presiden dengan catatan 402 menit bermain.
Fariz merasa senang dirinya bisa bergabung dengan PSIM Jogja. Dia bangga bisa bergabung ke salah satu tim besar di Indonesia.
“Sangat senang dan bangga bisa bergabung dengan PSIM Jogja musim ini. PSIM Jogja adalah salah satu tim besar di Indonesia,” ujar pemain kelahiran 2 September 2004 ini, Kamis (8/8/2024).
Fariz tak hanya pernah membela tim kebanggan Bumi Sembada. Pemain yang juga pernah membela Persis U15 ini menyatakan misinya. Dia berkeinginan untuk membawa PSIM Jogja ke Liga 1.
“Tentunya target utama adalah naik kasta ke Liga 1. Saya berharap bersama tim ini bisa berprestasi lebih lagi kedepannya,” ujar Fariz.
Pelatih Kepala PSIM Jogja Seto Nurdiantoro mengaku terksesan dengan performa Fariz selama berlatih bersama PSIM Jogja. Dari latihan bersama tersebut, akhirnya Seto memutuskan untuk memboyong pemain berusia 19 tahun itu ke dalam tim asuhannya.
“Fariz adalah pemain muda yang pernah bermain di Liga 1 maupun Liga 2. Dia sudah beberapa hari bergabung latihan di tim. Dengan penampilannya selama latihan, akhirnya manajemen dan tim pelatih sepakat memilih Fariz untuk mengisi salah satu slot pemain U21,” ujar Seto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan gerai dan gudang KDMP di Gunungkidul mencapai 30 titik. Namun, muncul persoalan biaya listrik, air, dan persaingan usaha warga.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
Jadwal KRL Solo-Jogja tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 10 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan, stasiun tujuan, dan tarif Rp8.000.
Asap putih dari mesin atau knalpot motor bisa menjadi tanda oli terbakar, ring piston aus, hingga gasket kepala silinder rusak. Kenali penyebabnya sebelum kerus
Apple dikabarkan melatih model AI khusus untuk pasar China bersama Alibaba. Langkah ini membuka jalan bagi peluncuran Apple Intelligence di China dan memperkuat