97 Tahun PSIM Jogja, Laskar Mataram Jaga Warisan Budaya
PSIM Jogja memasuki usia 97 tahun dengan slogan Honor the Legacy, menjaga sejarah, tradisi, dan budaya Jogja menuju satu abad.
Logo BRI Super League. - Ist
Harianjogja.com, JOGJA— Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, akan menjadi panggung bagi PSIM Jogja untuk memburu kemenangan pertama di Super League 2026/2027. Laskar Mataram akan menghadapi Persebaya Surabaya di hadapan puluhan ribu suporter tuan rumah pada Minggu (13/9/2026) malam.
Pertandingan tersebut menjadi laga tandang pertama PSIM pada musim ini sekaligus kesempatan bagi tim asuhan Jean-Paul Van Gastel untuk membawa pulang tiga poin setelah hanya bermain imbang pada pertandingan pembuka.
Van Gastel justru menyambut atmosfer besar GBT dengan antusias. Pelatih asal Belanda itu mengaku sudah tidak sabar merasakan kembali pertandingan di stadion berkapasitas sekitar 45.000 penonton tersebut.
"Ini akan menjadi pertandingan yang bagus untuk memulai kembali laga tandang pertama kita di Surabaya seperti musim lalu. Jadi saya sangat menanti untuk bermain di stadion seperti ini dengan banyak sekali suporter," kata Van Gastel dalam konferensi pers, Sabtu (12/9/2026).
Bagi Van Gastel, atmosfer suporter dalam jumlah besar menjadi bagian menarik dari pertandingan melawan Persebaya. Dia juga menilai persiapan PSIM menuju pertandingan tersebut berjalan dengan baik.
"Saya sangat antusias berada di sini dan persiapan kami sejauh ini berjalan cukup baik," ujarnya.
Rasa penasaran yang sama muncul dari bek PSIM, Jop van der Avert. Pemain yang bergabung dengan Laskar Mataram pada pertengahan musim lalu itu bahkan lebih dulu meminta cerita kepada sejumlah pemain PSIM yang pernah tampil di GBT pada awal musim sebelumnya.
Van der Avert mendapatkan gambaran bahwa GBT merupakan stadion dengan atmosfer pertandingan yang sangat kuat. Cerita dari rekan-rekannya tersebut membuat pemain itu semakin ingin merasakan langsung pertandingan melawan Persebaya di Surabaya.
"Saat kami dalam perjalanan ke sini, saya bertanya kepada beberapa pemain dari musim lalu yang bertanding di laga pertama liga di sini, di awal musim. Mereka menceritakan kepada saya tentang stadion yang bagus dan atmosfer yang luar biasa," kata Van der Avert.
Bagi Van der Avert, tekanan dari suporter tuan rumah bukan semata-mata menjadi hal yang harus dihindari. Dia justru melihat situasi tersebut sebagai bagian dari pertandingan yang membuat duel PSIM melawan Persebaya semakin menarik.
Karena itu, Van der Avert berharap PSIM dapat menjadikan pertandingan di GBT sebagai kesempatan untuk mendapatkan hasil maksimal. Target yang dibawanya bersama tim adalah tiga poin.
"Jadi saya pikir ini akan menjadi pertandingan yang sangat menarik bagi kami, dan ya, semoga kami bisa meraih tiga poin," ujarnya.
Ambisi PSIM membawa pulang kemenangan tidak terlepas dari hasil pertandingan pertama Super League 2026/2027. Saat menjamu Persita Tangerang di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Sabtu (5/9/2026), Laskar Mataram harus puas dengan skor imbang 1-1.
Hasil tersebut membuat pertandingan di kandang Persebaya menjadi kesempatan berikutnya bagi PSIM untuk meraih kemenangan perdana. Namun, misi tersebut harus dilakukan di tengah tekanan stadion yang diperkirakan dipenuhi suporter tuan rumah.
Persebaya sendiri memasuki pertandingan dengan modal yang sama dari pekan pertama. Bajul Ijo juga belum meraih kemenangan setelah bermain imbang 1-1 ketika bertandang ke markas Bhayangkara FC.
Dengan kondisi kedua tim yang sama-sama mengantongi satu poin dari pertandingan pembuka, laga di GBT menjadi kesempatan bagi PSIM maupun Persebaya untuk memburu kemenangan pertama mereka pada musim 2026/2027.
PSIM memiliki pengalaman positif ketika bermain di Stadion Gelora Bung Tomo pada musim lalu. Laskar Mataram mampu mencuri kemenangan 0-1 atas Persebaya di stadion tersebut pada pertandingan perdana kompetisi.
Catatan itu menjadi salah satu modal psikologis PSIM ketika kembali ke GBT. Namun, perjalanan kedua tim pada musim sebelumnya juga tidak sepenuhnya menguntungkan Laskar Mataram.
Saat giliran Persebaya bertandang ke kandang PSIM, Bajul Ijo mampu membalas dengan kemenangan telak 0-3. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Sultan Agung.
Kini, PSIM kembali mendapatkan kesempatan bermain di GBT. Laskar Mataram berpeluang mengulang kemenangan seperti musim lalu sekaligus mengamankan tiga poin pertamanya pada Super League 2026/2027.
Pertandingan Persebaya melawan PSIM dijadwalkan berlangsung Minggu (13/9/2026) pukul 19.00 WIB di Stadion Gelora Bung Tomo. Jadwal tersebut juga tercantum dalam laman resmi ILeague.
Bagi PSIM, tantangan tidak hanya datang dari kekuatan Persebaya di lapangan. Atmosfer GBT dengan puluhan ribu suporter tuan rumah juga menjadi bagian dari ujian pertama Laskar Mataram dalam laga tandang musim ini.
Van Gastel dan Van der Avert justru menyambut situasi tersebut dengan antusias. Keduanya berharap pengalaman bermain di tengah atmosfer besar GBT dapat berujung pada hasil yang paling diincar PSIM, yakni tiga poin perdana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja memasuki usia 97 tahun dengan slogan Honor the Legacy, menjaga sejarah, tradisi, dan budaya Jogja menuju satu abad.
Bali United menang 4-1 atas Isenmulang Kalteng. Thijmen Goppel mencetak dua gol dalam laga Super League 2026/2027.
Persijap Jepara kalah 0-1 dari Borneo FC. Gol Rodrigo Varanda menjadi pembeda, sedangkan Sendri Johansah mendapat kartu merah.
Persebaya membidik kemenangan saat menjamu PSIM. Bernardo Tavares juga bicara soal Saddil Ramdani dan dukungan Bonek-Bonita.
Franco Morbidelli mendapat long lap penalty di MotoGP San Marino setelah dinilai mengganggu Enea Bastianini di Tikungan 13.
PSIM Jogja memburu tiga poin perdana saat menghadapi Persebaya di GBT. Laskar Mataram siap menghadapi atmosfer puluhan ribu Bonek.