Dua Wakil Indonesia Lolos, Drama Warnai Kualifikasi Malaysia Masters
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Pemain PSIM, Rafinha (kanan) berebut bola dengan pemain Deltras, Rabu (12/2/2025)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Manajemen PSIM mengaku telah megantongi sebanyak 7 nama calon pelatih asing yang akan menukangi Laskar Mataram pada Liga 1 2025/2026. Hanya detail siapa 7 nama calon pelatih asing, sampai saat ini manajemen PSIM Jogja masih enggan membeberkan.
"Nanti saja, kami harus hati-hati dan tidak boleh keliru," kata Manajer PSIM Jogja Razzi Taruna, Minggu (9/3/2025).
Meski demikian, Razzi tidak menampik bahwa ketujuh calon pelatih itu ada yang pernah menangani tim di Indonesia, ada juga yang belum. "Tapi kebanyakan memang belum," tandas Razzi.
BACA JUGA: PSIM Jogja Raih Tiket Liga 1 dan Juara Liga 2
Razzi juga belum bisa memberikan komentar terkait dengan keinginan manajemen PSIM Jogja yang sebelumnya ingin punya pelatih dari Spanyol ataupun Portugal. Selain itu, manajemen PSIM Jogja juga mengisyaratkan pelatih asing yang direkrut tersebut masih muda, antara 30 sampai 40 tahun.
"Kami berharap bisa secepatnya mendapaykan gambaran untuk pelatihnya siapa," tandas Razzi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.
DPRD DIY memastikan tidak ada kebijakan pemutusan kerja terhadap tenaga pendidik non-aparatur sipil negara tersebut di Daerah Istimewa Yogyakarta