Porsche Pangkas 9.000 Karyawan hingga 2035, China Jadi Biang Kerok
Porsche akan memangkas sekitar 9.000 tenaga kerja hingga 2035 sebagai bagian restrukturisasi di tengah penurunan penjualan di China dan melambatnya pasar kendar
PSIM Jogja/Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Manajemen PSIM Jogja memastikan tetap memberikan slot pemain lokal DIY dalam skuat Laskar Mataram pada kompetisi Liga 1 2025/2026.
"Ada. Tapi soal teknis, bisa tanya sama Razzi Taruna [Manajer PSIM Jogja]," kata Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno, Jumat (18/4/2025).
Hal sama juga diungkapkan oleh Manajer PSIM Jogja Razzi Taruna. "Kami tetap akan bawa pemain asli Jogja," katanya.
Sekadar diketahui, PSIM Jogja musim lalu saat masih berkompetisi di Liga 2, memiliki beberaap pemain lokal DIY seperti Yudha Alkanza, Savio Sheva hingga Fikri Maarif. Hanya saja, Razzi saat ini memilih irit bicara terkait berapa slot dan nama pemain pemain lokal asli DIY tersebut
Meski demikian, Razzi menyatakan gaya permainan PSIM Jogja akan tetap dipertahankan saat berlaga di Liga 1.
"Untuk pemain lokal yang bertahan kita masih lihat siapa aja. Kami masih godok [kontrak pemain PSIM Jogja yang lama selesai April]," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Porsche akan memangkas sekitar 9.000 tenaga kerja hingga 2035 sebagai bagian restrukturisasi di tengah penurunan penjualan di China dan melambatnya pasar kendar
Revisi Perbup JPS Sleman memasukkan skema bantuan ternak mati dan ditargetkan terbit pada tahun ini untuk membantu peternak.
Presiden Prabowo memimpin rapat antisipasi El Nino, cuaca ekstrem, dan kekeringan yang diprediksi datang lebih cepat pada tahun ini.
Kejari Surabaya menyetorkan Rp9,05 miliar hasil rampasan kasus TPPU judi online ke kas negara dan terus menelusuri aliran dana ke luar negeri.
Presiden Prabowo memaparkan capaian dan pekerjaan rumah Kabinet Merah Putih setelah 18 bulan pemerintahan, dari pangan hingga digitalisasi.
Dugaan jual beli seragam di SMPN 1 Jetis di Bantul diadukan ke ORI DIY. Dikpora Bantul menyebut sekolah tidak terlibat dalam pengadaan seragam.