Kasus Kekerasan Daycare Jogja Bisa Tambah Tersangka
Komnas HAM mendorong pengusutan tuntas kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha Jogja. Polisi buka peluang tersangka bertambah.
Skuat PSIM Jogja 2025/2026 berfoto bersama saat launching tim di Stadion Mandala Krida, Jogja, pada Selasa (29/7/2025) malam/ Harian Jogja-Ariq Fajar Hidayat.
Harianjogja.com, JOGJA-PSIM Jogja resmi memperkenalkan skuat dan jersey untuk mengarungi Super League 2025/2026 di Stadion Mandala Krida, Jogja, pada Selasa (29/7/2025) malam. Total 26 pemain, serta jajaran kepelatihan, dan staff diperkenalkan dalam launching ini.
BACA JUGA: Indonesia Tertinggal 1-0 dari Vietnam di Babak Pertama
Launching skuat ini juga dilaksanakan setelah pertandingan uji coba PSIM Jogja vs PSIS Semarang yang digelar sore harinya. Tim tuan rumah menang tipis dengan skor 1-0 melalui sontekan striker asal Brasil, Rafael Rodrigues.
Selain launching skuad, PSIM Jogja juga memperkenalkan jersey baru serta sponsor baru yang akan menemani tim dalam Super League mendatang. Launching ini mengusung tema “Spirit of Mataram” dengan tagline “Sak Sukmamu, Sak Jiwamu.” Tema ini mencerminkan semangat juang totalitas PSIM Jogja yang mengangkat nilai tradisi dan kebanggaan budaya Kota Jogja.
Sementara itu, tema Spirit of Mataram” terinspirasi dari kejayaan Kesultanan Mataram. Tema ini mengajak seluruh elemen Laskar Mataram bersatu menghidupkan napas perjuangan leluhur, yang mengacu pada semangat kepemimpinan, nilai-nilai budaya kebersamaan, dan spiritual kolektif maupun individual.
Launching ini juga sekaligus perayaan PSIM akan berlaga di kasta teratas Liga Indonesia setelah 18 tahun terjebak di kasta kedua.
Direktur Utama PSIM Jogja, Yuliana Tasno, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari perjalanan panjang dan penuh perjuangan. Ia bersyukur PSIM Jogja akhirnya kembali ke posisi yang selama ini menjadi impian bersama, setelah 18 tahun menanti.
“Ini kita sudah menunggu 18 tahun, hampir dua dekade, sangat panjang sekali. Saya tidak tahu kok bisa bertahan selama itu, saya tidak tahu juga sejarahnya itu paling lama kita atau ada tim lain yang lebih lama,” ujarnya saat diwawancarai usai launching, Selasa (29/7/2025).
Liana juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas di seluruh elemen tim, termasuk manajemen dan suporter. Ia berharap keberhasilan PSIM Jogja menembus Super League bisa menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi teknis, tapi juga mentalitas dan cara berpikir.
“Semua level, baik itu suporter, manajemen, semua elemen yang ada di PSIM harus naik kelas semua. Apanya yang harus naik kelas? Pola pikirnya. Pola pikir itu menentukan attitude,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa kebersamaan dan sinergi antarstakeholder menjadi kunci penting agar tim bisa fokus pada kompetisi. Ia berharap tidak ada lagi kecurigaan atau perpecahan yang justru akan menjadi beban bagi tim yang tengah bersiap bertarung di level tertinggi.
“Coba dihilangin deh rasa curiganya atau yang lain, kita harus bersatu. Karena PSIM Jogja membutuhkan stakeholder yang baik di PSIM. Begitu ada salah satu stakeholder yang pincang atau jomplang ini pasti berdampak pada tim,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komnas HAM mendorong pengusutan tuntas kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha Jogja. Polisi buka peluang tersangka bertambah.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.
DPRD DIY memastikan tidak ada kebijakan pemutusan kerja terhadap tenaga pendidik non-aparatur sipil negara tersebut di Daerah Istimewa Yogyakarta